Pages

AYAT AYAT TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya. Karena rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas terstruktur ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kuliah TAFSIR AYAT-AYAT MANAJEMEN, yang berjudulAyat-Ayat Al-Quran Tentang Sumber Daya Manusia.
Makalah ini telah disusun berdasarkan sumber-sumber yang ada, namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan sangat diharapkan. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Cirebon, 28 September 2019

Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI...........................................................................................................................................ii
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan 1
BAB II 2
PEMBAHASAN 2
A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia 2
B. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia 2
C. Karakteristik Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam Dalam Al-Quran 4
D. Komponen Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam Sebagai Hasil Kajian Dalam Al-Quran 6
E. Upaya Membangun Sumber Daya Manusia Yang Qurani Dalam Pendidikan Islam 10
BAB III 12
PENUTUP 12
A. Kesimpulan 12
DAFTAR PUSTAKA 13



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penyusunan makalah ini di latar belakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui lebih dalam tentang Al-quran dan sumber daya manusia. Seperti yang telah kita ketahui bersama, sebelum manusia diturunkan ke bumi Allah telah menciptakan bumi ini terlebih dahulu, ini berarti bahwa Allah telah menyiapkan bebagai macam komponen di muka bumi ini yang dapat digunakan untuk melangsungkan kehidupan manusia. Al-quran memberikan pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia untuk mendapatkan kehidupan yang yang indah di akhirat kelak. Allah menyediakan suatu tempat yang bernama bumi ini secara gratis yang dapat dikelola oleh manusia. Di bumi tersebut banyak sekali sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk dikelola oleh manusia. Bayangkan saja jika di bumi tidak ada sumber daya alam yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, pastinya manusia akan hidup terkantung-kantung dan kelaparan. Sesuai dengan judul makalah, kami sabagai penulis ingin menyalurkan pengetahuan beserta opini kami terhadap ayat-ayat al-quran tentang manajemen sumber daya manusia.
Rumusan Masalah
Apa pengertian manajemen sumber daya manusia?
Apa fungsi manajemen sumber daya manusia?
Bagaimana karakteristik sumber daya manusia pendidikan Islam dalam al-quran?
Apa komponen manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam sebagai hasil kajian dalam al-quran?
Bagaimana upaya membangun sumber daya manusia yang qurani dalam pendidikan Islam?
Tujuan
Pengertian manajemen sumber daya manusia.
Fungsi manajemen sumber daya manusia.
Karakteristik sumber daya manusia pendidikan Islam dalam al-quran.
Komponen manajemen sumber daya manusia pendidikan Islam sebagai hasil kajian dalam al-quran.
Upaya membangun sumber daya manusia yang qurani dalam pendidikan Islam.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah proses pengelolaan manusia, melalui perencanaan, tekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, pemberian kompensasi,karier, keselamatan dan kesehatan serta menjaga hubungan industrial sampai pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan perusahan dan peningkatan kesejahteraan stakeholder.
Untuk mencapai target tersebut seluruh sumber daya manusia yang ada haruslah diatur sedemikian rupa sehingga termotivasi untuk bekerja dan memiliki kinerja yang diinginkan.
Manajemen sumber daya manusia dari beberapa ahli MSDM :
Noe menyebutkan human management refers to the policies,practices and system that influence employes behavior,attitudes,and performance.
(artinya noe menyebutkan bahwa manjemen sumber daya manusia adalah merupakan sebagaimana memengaruhi perilaku sikap dan kinerja karyawan melalui kebijakan dan system yang dimiliki oleh perusahaan.)
Menurut dessler human resources management is the process of acquiring traning, apparaising,and conpensanting, employess, and attending, their laborrelations,healty, and safety and fairness concern.
(artinya : dikatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan proses mengenai karyawan pelatihan penilaian kompensasi hubungan kerja kesehatan dan keamanan secara adil terhadap fungsi-fungsi MSDM)
Dapat disimpulkan bahwa manjemen sumber daya manusia dapat diartikan dengan sudut pandang yang berbeda. Hanya saja sekalipun berbeda dari berbagai sudut pandang, tujuan utamanya adalah tetap sama yaitu memanusiakan manusia dan membenarkan kesejahteraan secara professional dan adil sesuai dengan porsi masing-masing karyawan.
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Dalam praktiknya fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari :
Analisis jabatan (job analysis)
Perencanaan sumber daya manusia ( human resources planning)
Penarikan pegawai (recruitment)
Seleksi (selection)
Pelatihan dan pengembangan (traning and development)
Evaluasi kinerja (performance evaluating)
Konpensasi (compensation)
Jenjang karir (creer path)
Keselamatan dan kesehatan (safety and healty)
Hubungan industrial (industrial relations)
Pemutusan hubungan kerja (separation)
Dari job analysis adalah pengumpulan berbagai informasi untuk kebutuhan suatu pekerjaan. Analisis jabatan merupakan fungsi utama dalam amanjemen sumber daya manusia. Kegiatan merancang uraian tugas yang harus dikerjakan seorang karyawan memberikan wwewenang dan tanggung jawab masing-masing jabatan.
Perencanaan tenaga kerja bisa dilakukan jangka panjang atau jangka pendek artinya kebutuhan jangka panjang harus dibutuhkan yang diikuti dengan perencaan kebutuhan jangka batur.
Fungsi yang ketiga yaitu penarikan pegawai. Langkah ini dilakukan setelah dilakukan perencaan tenaga kerja, sehingga kita tahu berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan berikut kualifikasinya.
Karier merupakan perjalanan kerja seorang selama dia bekerja.kaier karyawan dapat meningkatkan  (promosi) diturunkan ( demosi atau dirotasi (dipindah pada jabatan yang sama).
Keselamatan dan kesehatan merupakan fungsi MSDM  yang juga penting untuk diperhatikan dan laksana. Keselamatan berhubungan terutama dengan keselamatan selama aktivitas karyawan berkerja.
Hubungan industrial atau tenaga kerja merupakan fungsi MSDM yang digunakan untuk menjembatani kepentingan dan keinginan kedua belah pihak antara karyawan di satu pihak dan manajemen dipihak yang lain.
Tenaga kerja adalah untuk menyeimbangkan anatar hak dan kewajiban masing-masing pihak. Langkah langkah dalam pengelolaan SDM seperti terlihat dalam skema berikut : analisis jabatan , perencanaan SDM , rektutmen , seleksi , pelatihan dan pengembangan , penilaian kinerja , kompensasi , perencanaan karier , keselamatan dan kesehatan , pemutusan hubungan kerja , hubngan industrial
Karakteristik Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam Dalam Al-Quran
Manusia sebagai sumber daya penggerak suatu lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam, harus mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang diilhami dari shifat al-anbiyaa atau sifat-sifat para nabi dan Rasul. Sifat-sifat tersebut yaitu: shiddiq (benar, jujur), amanah (bertanggung jawab, dapat dipercaya dan kredibilitas), tabligh (komunikatif), dan fathanah (cerdas dan bijaksana). Sebagaimana firman Allah swt.:
Kualitas sumber daya manusia yang baik adalah manusia yang memiliki etos kerja, seperti yang telah dijabarkan oleh Faisal Badroen, antara lain sebagai berikut:
Tujuan manusia dalam melakukan pekerjaan adalah beribadah kepada Allah dan memakmurkan kehidupan dengan mengelola bumi beserta isinya.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat:56)
Kerja adalah usaha untuk mewujudkan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jiwa dan jasmani.
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al-Qasas:77)
Bekerja keras untuk mendapatkan rezeki disertai dengan tawakal dan takwa kepada Allah.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk:15)
Usaha yang halal dan menghindari usaha yang haram.
قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan". (QS. Al-Maidah:100)
Keimanan bahwa seluruh materi di dunia ini hanya milik Allah, sedang manusia bertugas sebagai khalifah.
آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS. Al-hadid:7)
Menjaga kepemilikan materi.
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:188)
Jujur dan amanah.
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah:177)
SDM pendidikan Islam yang berkualitas adalah SDM yang memiliki keluasan ilmu pengetahuan, fleksibel serta responsif terhadap perkembangan di berbagai bidang, terutama pendidikan. Dalam Al-Quran surat Mujadalah ayat 11, Allah mengangkat derajat orang yang memiliki ilmu pengetahuan: "Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari golonganmu semua dan juga orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat". Kemudian dalam firman Allah Q.S. Zumar: 9, Allah memberi perbedaan orang yang berilmu pengetahuan dan orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan: "Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang berilmu pengetahuan dan orang-orang yang tidak berilmu pengetahuan". Dengan berbekal ilmu pengetahuan tersebut, SDM diharapkan mampu mengantarkan lembaganya untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Komponen Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam Sebagai Hasil Kajian Dalam Al-Quran
Strategi pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW meliputi:
Perencanaan Sumber Daya Manusia (Human Resources Planning)
Perencanaan merupakan langkah awal dari suatu tindakan yang menentukan sebuah strategi secara efektif bisa mencapai hasil yang maksimal. Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Shaad ayat 27, bahwa Allah menciptakan semesta beserta isinya ini dengan sebaik-baik perencanaan.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (QS. Sad:27)
Veitzal Rivai mengatakan bahwa perencanaan sumber daya manusia adalah langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen dalam suatu lembaga guna lebih menjamin bahwa dalam lembaga tersedia SDM yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat pula. Manajer lembaga pendidikan Islam harus membuat perencanaan pegawai untuk memenuhi kebutuhan lembaga ke depan dan mengontrol atau menghindari kesalahan penerimaan pegawai. Dalam melakukan perencanaannya, manajer harus mempertimbangkan jumlah pegawai yang direncanakan, keahlian apa yang dibutuhkan, tingkat pendidikan apa yang sedang dibutuhkan, dan lain sebagainya. Suatu perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bisa terlaksana sepenuhnya.
Penyediaan Sumber Daya Manusia (Personnel Procurement)
Islam memperbolehkan seseorang atau institusi untuk merekrut kemudian mengontrak tenaga kerja atau sumber daya manusia, agar mereka bekerja untuk orang atau institusi tersebut. Allah SWT berfirman:
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. Az-Zukhruf:32)
Selain itu, sumber daya manusia yang baik adalah suatu individu muslim yang memiliki dua sifat mendasar, yaitu kuat dan amanah. Sebagaimana dalam surat al-Qasas ayat 26, Allah berfirman:
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". (QS. Al-Qasas:26)
Ayat inilah yang menjadi dasar hukum dalam proses rekrutmen dan seleksi calon pegawai yang dilakukan oleh suatu institusi. Selain itu, Sinn mengungkapkan, calon pegawai harus dipilih berdasarkan kepatutan dan kelayakan. Sinn menambahkan, prosesi pemilihan calon pegawai yang dilakukan institusi dewasa ini merupakan pengembangan dan penyempurnaan prinsip-prinsip seleksi di awal perkembangan Islam. Calon pegawai diseleksi pengetahuan dan kemampuan teknisnya sesuai dengan beban dan tanggung jawab pekerjaannya. Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin senantiasa menerapkan prinsip untuk tidak membebankan tugas dan tanggung jawab kepada orang yang tidak mampu mengembannya.
Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Training and Development)
Pegawai yang telah dimiliki lembaga pendidikan Islam, harus diberi wahana untuk proses pembinaan dan pengembangan agar memberikan kontribusi yang sebaik-baiknya bagi lembaga. Oleh karena itu, Islam mendorong untuk melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan (training) terhadap para pegawai dengan tujuan mengembangkan kompetensi dan kemampuan teknis pegawai dalam menunaikan tanggung jawab pekerjaannya. Allah menjelaskan bahwa dalam melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap pegawai atau SDM, hendaknya melalui hikmah, sebagaimana firman-Nya:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik ...”(QS.An-Nahl:125)
Penilaian Prestasi Kerja
Pada dasarnya, menurut Sadili Samsudin, penilaian prestasi kerja merupakan suatu evaluasi terhadap penampilan kerja SDM dalam suatu institusi. Jika pelaksanaan pekerjaan sesuai atau melebihi uraian pekerjaan, maka SDM dalam lembaga tersebut melakukan pekerjaan dengan baik. Begitu pula sebaliknya, bila pelaksanaan pekerjaan menunjukkan hasil di bawah uraian pekerjaan, berarti pelaksanaan tersebut kurang baik. Mengapa kita harus melakukan penilaian prestasi kerja? Jawabannya adalah karena Allah telah memberikan perintah dalam surat at-Taubah ayat 105:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At-Taubah:105)
Kompensasi
Werther & Davis dalam Wibowo mendefinisikan kompensasi sebagai apa yang diterima SDM sebagai tukaran atas kontribusinya kepada lembaga. Penentuan upah bagi para pegawai sebelum mereka mulai menjalankan pekerjaannya. Upah ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan. Hal ini merupakan asas pemberian upah sebagaimana ketentuan yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya surat al-Ahqaf ayat 19:
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۖ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
“Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan. (QS. Al-Ahqaf:19)
Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (Personnel Utilization)
Pada dasarnya, langkah ini merupakan upaya untuk memelihara pegawai agar senantiasa sejalan dengan perencanaan strategis suatu lembaga. Lembaga biasanya melakukan beberapa program untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan lembaga. Di antara program tersebut adalah promosi, demosi, transfer ataupun separasi.
Berbagai bentuk perlakuan tersebut dikarenakan berbagai faktor yang mempengaruhinya, sesuai dengan tingkat keberhasilan dalam pekerjaan, pelaksanaan tanggung jawabnya, serta prestasi kerja. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt.:
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (QS. Al-Anam:160)

Upaya Membangun Sumber Daya Manusia Yang Qurani Dalam Pendidikan Islam
Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang Qurani dan unggul, diperlukan adanya aktualisasi nilai-nilai Al-Quran. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Said Agil Husin al-Munawar bahwa secara normatif, proses aktualisasi nilai-nilai Al-Quran dalam pendidikan meliputi tiga dimensi atau aspek kehidupan yang harus dibina dan dikembangkan oleh pendidikan yaitu:
Dimensi Spiritual, yakni iman, takwa, dan akhlak yang mulia. Dimensi ini ditekankan kepada akhlak. Akhlak merupakan alat kontrol psikis dan sosial bagi individu dan masyarakat. Pendidikan akhlak dalam Islam tersimpul dalam prinsip berpegang teguh pada kebaikan dan kebajikan serta menjauhi keburukan dan kemungkaran berhubungan erat dalam upaya mewujudkan tujuan dasar pendidikan Islam, yaitu ketakwaan, ketundukan, dan beribadah kepada Allah SWT. Terbinanya akhlak yang baik dapat menjadikan terbentuknya individu dan masyarakat dalam kumpulan suatu masyarakat yang beradab.
Dimensi Budaya, yakni kepribadian yang mantap dan mandiri, tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dimensi ini menitikberatkan pembentukan kepribadian muslim sebagai individu yang diarahkan kepada peningkatan dan pengembangan faktor dasar dan faktor ajar (lingkungan) dengan berpedoman pada nilai-nilai ke-Islaman. Faktor dasar dikembangkan dan ditingkatkan kemampuan melalui bimbingan dan kebiasaan berpikir, bersikap, dan bertingkah laku menurut norma Islam. Sedangkan faktor ajar dilakukan dengan cara mempengaruhi individu melalui proses dan usaha membentuk kondisi yang mencerminkan pola kehidupan yang sejalan dengan pola-pola kehidupan Islam.
Dimensi Kecerdasan, merupakan dimensi yang dapat membawa kemajuan, yaitu cerdas, kreatif, terampil, disiplin, dll. Dimensi kecerdasan dalam pandangan psikologi merupakan suatu proses yang mencakup tiga proses yaitu analisis, kreativitas, dan praktis. Tegasnya dimensi kecerdasan ini berimplikasi bagi pemahaman nilai-nilai Al-Quran dalam pendidikan.
Dari uraian di atas, hemat penulis, kunci dari segala upaya membangun SDM yang unggul serta Qurani yaitu pendidikan. Pendidikan merupakan wadah untuk mendidik, membina, membimbing, melatih, mengembangkan, mengolah, mengelola serta mendayagunakan sumber daya manusia. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, dan pendidikan budaya, yang dilandasi oleh sumber ajaran Islam.

















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manajemen sumber daya manusia adalah proses pengelolaan manusia, melalui perencanaan, tekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, pemberian kompensasi,karier, keselamatan dan kesehatan
Dalam praktiknya fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari :
Analisis jabatan (job analysis)
Perencanaan sumber daya manusia ( human resources planning)
Penarikan pegawai (recruitment)
Seleksi (selection)
Pelatihan dan pengembangan (traning and development)
Evaluasi kinerja (performance evaluating)
Konpensasi (compensation)
Jenjang karir (creer path)
Keselamatan dan kesehatan (safety and healty)
Hubungan industrial (industrial relations)
Pemutusan hubungan kerja (separation)
Manusia sebagai sumber daya penggerak suatu lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam, harus mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang diilhami dari shifat al-anbiyaa atau sifat-sifat para nabi dan Rasul.
Strategi pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW meliputi:
Perencanaan Sumber Daya Manusia (Human Resources Planning)
Penyediaan Sumber Daya Manusia (Personnel Procurement)
Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Training and Development)
Penilaian Prestasi Kerja
Kompensasi
Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (Personnel Utilization)
Dalam upaya membangun sumber daya manusia yang Qurani dan unggul, diperlukan adanya aktualisasi nilai-nilai Al-Quran

DAFTAR PUSTAKA

Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen (Jakarta: Kencana, 2010)
Faisal Badroen, Etika Bisnis dalam Islam (Jakarta: Kencana, 2006)
Ismail Nawawi, Islam dan Bisnis (Jakarta: Vivpress, t.th.),
Kasmir, Manajemen Sumber Daya Manusia (Depok :RajawaliPers ,2016)
Mardiah Baginda, Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Diklat Menurut Pandangan Al-Quran, Jurnal Ilmiah, (t.th)
Said Agil Husin Al-Munawar, Aktualisasi Nilai-nilai Qurani dalam Sistem Pendidikan Islam (Ciputat: Ciputat Press, 2005)
Wibowo, Manajemen Kinerja (Jakarta: Rajawali Pers, 2013)
Veitzal Rivai & Ella Jauvani Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Lembaga: dari Teori ke Praktek (Jakarta: Rajawali Pers, 2011)
penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

1 Response to "AYAT AYAT TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA "

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA