Pages

PENGERTIAN MANAJEMEN DAN FSIKOLOGI MANAJEMEN




BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manajemen

Manajemen menurut Brantas adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.[1] Adapun menurut Mas’ud Khasan, manajemen ialah ketatalaksanaan proses untuk menggunakan sumber daya secara efektif dalam mencapai sasaran tertentu.[2]
Istilah manajemen, berasal dari bahasa Perancis kuno, menagement, yang artinya seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Marry Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk tujuan organisasi. Baca Juga : Falsafah Pendidikan Islam Kandungan, Sumber-Sumber dan Syarat-Syaratnya
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien. Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sedangkan efisien berarti tugas yang dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesuai dengan jadwal.
Kata manajemen mungkin juga berasal dari bahasa Itali (1561), maneggiare, yang berarti “mengendalikan”, terutama “mengendalikan kuda”, berasal dari bahasa Latin, manus, yang berarti “tangan”. Kata ini terpengaruh dari bahasa Perancis, manege, yang berarti “kepemilikan kuda” (berasal dari bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dan istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Pada abad ke-20, seorang industriawan Prancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama managemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku agar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Baca Juga :FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM KONSEP TUJUAN PENDIDIKAN DALAM SLAM
Adapun menurut James, dikatakan bahwa manajemen adalah kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus dalam membentuk organisasi. Semua organisasi memiliki orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapai sasarannya. Orang ini disebut manajer. Para manajer lebih menonjol dalam beberapa organisasi dari pada orang lain, tetapi tanpa manajemen yang efektif, kemungkinan besar organisasi akan gagal.[3]

B.     Pengertian Psikologi Manajemen

Menurut Wilhem Wundt, psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, feeling, dan kehendak. Menurut Woodworth dan Marquis, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar. Menurut John Broadus Watson, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku lahirillah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan. Menurut Plato dan Aristoteles, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir. Baca Juga : PRINSIP PENGETAHUAN DALAM ISLAM
Menurut R. Terry, manajemen adalah suatu proses unik dan khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, serta penggerakan dan pengendalian yang dilakukan guna menentukan arah serta mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelum mencapai pemanfaatan SDM serta sumber daya lain. Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni untuk mencapai tujuan tertentu yang digunakan oleh orang lain/usaha orang lain. Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah seni, karena untuk melakukan/menyelesaikan pekerjaan tertentu yang dilakukan oleh orang lain membutuhkan keterampilan tertentu, menurut Ilham, Manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui perantara kegiatan orang lain serta mengawasi usaha-usaha setiap individu guna mencapai tujuan yang sama.
Jadi, Psikologi Manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan menggunakan pendekatan Psikologi Manajemen, tujuan untuk lebih memfokuskan pada proses kerja semakin jelas. Hal ini penting karena kesuksesan sebuah proses manajemen salah satunya bergantung pada cara manajer atau pemimpin menciptakan kenyamanan dan ketenangan bagi para anggota organisasi. Hal ini pun berkaitan erat dengan aspek psikologi bagi anggota, baik secara individu maupun kolektif.

C.    Fungsi Manajemen

Manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan organisasi serta mengunakan sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. Dengan proses atau pendekatan operasional mempersamakan manajemen dengan apa yang dilakukan seorang manajer untuk memenuhi persyaratan. Adapun proses manajemen merupakan aktivitas yang dibentuk oleh beberapa fungsi pokok. Menurut Brantas, ada lima fungsi utama manajemen, yaitu:
1.      Staffing adalah menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan dan pengembangan tenaga kerja. Dengan proses staffing yang sehat, profesional, dan proposional, suatu instansi atau perusahaan akan maju. Penempatan seorang pegawai pada posisi yang disenangi dan sesuai dengan skill adalah langkah awal meraih kesuksesan bagi seorang manajer.
2.      Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
Oleh karena itu, perubahan yang hendak dilakukan agar sampai pada tujuan dengan efektif dan efisien, harus direncanakan terlebih dahulu. Setidak-tidaknya, ada upaya untuk membangun cita-cita ke depan dengan kapasitas yang dimiliki. Dengan demikian, langkah-langkah yang hendak ditempuh tersusun rapi beserta langkah alternatif yang disediakan. Kebiasaan untuk menyusun rencana adalah sikap positif untuk menuju perubahan karena perubahan nasib seorang sangat ditentukan oleh individu atau kaum itu sendiri. Firman Allah:

لَهُ  مُعَقِّبَتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُوْنَهُ مِنْ اَمْرِ اللَهِ اِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَابِقَوْمٍ حَتَى يُغَيِّرُمَابِاَنْفُسِهِمْ وَاِذَاّاَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوْءًافَلاَ مَرَدَّلَهُ وَمَالَهُمْ مِّنْ دُوْنِهِ مِنْ وَّالٍ[4]
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
3.      Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas yang harus dikerjakan, orang-orang yang harus mengerjakannya, cara mengelompokkan tugas-tugas tersebut, orang yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan tingkatan keputusan harus diambil.
4.      Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi, directing artinya menggerakkan orang-orang agar bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership) yang dapat menjadi contoh yang baik. Artinya, kepemimpinan seseorang akan dinilai sukses apabila ia dapat menjaga dengan baik norma-norma agama dan masyarakat secara sungguh-sungguh.
5.      Pengevaluasian (evaluating) adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.
Namun, di kalangan para ahli belum terdapat adanya consensus keseragaman dalam membagi jumlah fungsi manajemen. Meskipun fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen, yang dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan, setiap manajer memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Saat itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen yaitu merancang, mengorganisasikan, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.

D.    Tujuan Psikologi Manajemen

Tujuan Psikologi memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai factor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan dan lain sebagainya. Dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bias dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Dengan adanya psikologi manajemen, kinerja SDM akan terkontrol dengan baik dan tingkat produktivitas meningkat.





[1] Drs. Brantas, M.Pd., Dasar-dasar Manajemen, Alfabeta, Bandung, 2009, hlm 4.
[2] Mas’ud Khasan Abdul Qohar, Kamus Istilah Pengetahuan Populer, Bintang Pelajar, Gresik, tt, hlm. 146.
[3] James A.F.Stone dkk., Manajemen Jilid I, Prenhallindo, Jakarta, 1996, hlm 7.
[4] Q.S. Ar-Ra’d: 11.

penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "PENGERTIAN MANAJEMEN DAN FSIKOLOGI MANAJEMEN"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA