Pages

PENGERTIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Pendidikan Islam
Banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pendidikan Islam, tetapi menurut penulis intinya ada dua, yaitu pertama, pendidikan Islam merupakan aktivitas pendidikan yang diselenggarakan atau didirikan dengan hasrat dan niat untuk mengejawantakan ajaran dan nilai-nilai Islam.
Kedua, pendidikan Islam adalah sitem pendidikan yang dikembangkan dari dan disemangati atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam. Dalam pengertian yang kedua ini, pendidikan Islam bisa mencakup: (1) pendidik/guru/dosen/kepala madrasah atau pimpinan perguruan tinggi dan/atau tenaga kependidikannya disemangati atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam; dan/atau komponen-komponen pendidikan lainnya, seperti tujuan, materi/bahan ajar, alat/media/sumber belajar, metode, dan lain-lain yang disemangati atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam, atau yang berciri khas Islam.[1]
Kata manajemen juga berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus  yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Manajemen menurut Parker (Stoner & Freeman, 2000) ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang.[2]
Manajemen pada dasarnya merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu. Istilah manajemen biasa dikenal dalam ilmu ekonomi, yang memfokuskan pada profit (keuntungan) dan komoditas komersial.
Manajemen pendidikan adalah manajemen yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan. Dalam arti, ia merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya  pendidikan Islam secara efektif dan efisien.[3]
Dalam pendidikan manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. [4]

B. Fungsi Manajemen Pendidikan
Fungsi manajemen sebagai suatu karakteristi dari pendidikan muncul dari kebutuhan untuk memberikan arah pada perkembangan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dalam operasional sekolah. Kerumitan yang meningkat karena luas dan banyaknya progam telah mendorong usaha untuk memerinci dan mempratikan prosedur administrasi dengan sistematis.
Keith and Girling (1991) dalam penelitiannya menyebutkan: “konstribusi manajemen pendidikan terhadap keberhasilan dan kegagalan belajar siswa adalah sebesar 32%. Dengan bertumpu pada landasan tersebut, pendidikan mulai usahanya dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan suatu teori dan ilmu administrasi pendidikan. Perkembangan ini melingkupi formulasi dan pemeriksaan proposisi teoritis, penelitian praktik dan sistematis, dan penerapan teori dari bidang ilmu sosial lain pada masalah administrasi pendidikan. Konsep-konsep baru yang membawa harapan tentang sifat daan fungsi administrasi yang diperlukan sekolah-sekolah adalah hasil daro pendekatan-pendekatan ini.[5]
Pengetahuan tentang fungsi-fungsi manajemen sangat diperukan agar para manajer dapat mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.
 (2004, hlm.7) menyebutkan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut :
1.      Menurut G.R. Terry :
a.       Planning/Perencanaan
b.      Organizing/Pengorganisasian
c.       Aktualing/Pengawasan
d.      Controlling/Pengawasan
2.      Menurut Dr. SP Siagan, M.P.A :
1.      Planning/Perencanaan
2.      Organizing/Pengorganisasian
3.      Motivating/Motivasi
4.      Controlling/Pengawasan
      3.  Menurut Herny Fayol :
1.      Planning/Perencanaan
2.      Organizing/Pengorganisasian
3.      Commanding/Komando
4.      Coordinating/Koordinasi
5.      Controlling/Pengawasan
      4. Menurut Luther Gullick :
1.      Planning/Perencanaan
2.      Organizing/Pengorganisasian
3.      Staffing/Staf
4.      Directing/Pembimbingan
5.      Coordinating/Koordinasi
6.      Reporting/Pelaporan
7.      Budgetting/Penganggaran
      5. Menurut Koonts dan O’Donnel :
1.Planning/Perencanaan
2. Organizing/Pengorganisasian
3. Motivating/Motivasi
4. Controlling/Pengawasan
5. Evaluating/Evaluasi
Dari kelima tokoh yang memberikan fungsi-fungsi manajemen tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.[6]
C. Karateristik Manajemen Pendidikan Islam
Manajamen pendidikan Islam memiliki objek bahasan yang cukup kompleks. Berbagai objek bahasan tersebut dapat dijadikan bahan yang kemudian diintegrasikan untuk mewujudkan manajemen pendidikan yang berciri khas Islam.
Istilah Islam dapat dimaknai sebagai Islam wahyu atau Islam budaya. Islam wahyu meliputi Al-Quran, dan hadits-hadits Nabi, baik hadits Nabawi maupun Qudsi. Sementara Islam budaya meliputi ungkapan sahabat Nabi, pemahaman ulam, pemahaman cendekiawan Muslim dan budaya umat Islam. Kata Islam yangmenjadi identitas manajemen pendidikan ini dimaksudkan dapat mencakup makna keduanya, yakni Islam wahyu dan Islam budaya.
Oleh karena itu, pembahasan manajemen pendidikan Islam senantiasa melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin, ditambah kaidah-kaidah manajemen pendidikan secara umum.[7]
D. Nilai-Nilai Dasar Manajemen Pendidikan Islam
Dalam manajemen pendidikan Islam diperlukan dua aspek terpadu, yaitu menyatunya  sikap manager dan leader yang berciri khas Islam atau yang dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam. Beberapa ajaran dan nilai-nilai Islam yang terkait dengan pengembangan manajemen pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
Pertama, me-manage pendidikan Islam dimulai dari niat sebagai pengejawantahan dari hadits Nabi SAW., yaitu: إنما الأعمال بالنيات (hanyalah segala amal perbuatan itu harus dibarengi dengan niat). Niat adalah sesuatu yang direncanakan dengan sungguh-sungguh untuk diwujudkan dalam kenyataan (perbuatan).
Kedua, Islam adalah amal agama amal atau kerja (praksis). Inti ajarannya adalah bahwa hamba mendekati dan memperoleh Ridha Allah melalui kerja atau amal saleh dengan mempurnikan sikap penyembahan hanya kepada-Nya (Qs. Al-Kahfi:110). Hal ini mengandung makna bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan “orientasi kerja”, sebagaimana juga dinyatakan dalam ungkapan bahwa “penghargaan dalam jahiliyah bedasarkan keturunan, sedangkan penghargaan dalam Islam bedasarkan amal” (Madjid,1995).
Ketiga, uraian pada poin kedua tersebut menggarisbawahi adanya nilai-nilai esensial yang perlu ditegakkan atai dijadikan watak, siakp dan kebiasaan seseorang atau keompok dalam bekerja (termasuk dalam manajemen pendidikan Islam), yaitu “bekerja (me-manage pendidikan Islam) adalah sebagai ibadah yang harus dibarengi dengan niat yang ikhlas karena mencari Ridha Allah”. [8]
   BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
Kata manajemen juga berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus  yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Dalam pendidikan manajemen itu dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam manajemen pendidikan Islam diperlukan dua aspek terpadu, yaitu menyatunya  sikap manager dan leader yang berciri khas Islam atau yang dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam.










DAFTAR PUSTAKA

Muhaimin, H., 2009, Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, Jakarta : Kencana Prenada Media Grup
Usman, Husaini, 2006, Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Jakarta : PT Bumi Aksara
Pidarta, Made, 2004, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta : PT Asdi Mahasatya
Qomar, Mujamil, Manajemen Pendidikan Islam Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam, Erlangga
Rohiat, M.Pd. 2008,  Manajemen Sekolah-Teori Dasar dan Praktik, Bandung : PT Refika Aditama
Yusuf, Hj. Musfirotun, M.M., 2008, Manajemen Pendidikan, Pekalongan: STAIN Pekalongan Perss


[1] Dr. Prof H. Muhaimin, M.A, Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, (Jakarta, Kencana Prenada Media Grup, 2009) hal 2-4
[2] Prof. Dr. Husaini Usman, M.Pd.,M.T., Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, (Jakarta, PT Bumi Aksara, 2006) hal 3
[3] Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A, Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, (Jakarta, Kencana Prenada Media Grup, 2009) hal 4-5


[4] Porf. Dr. Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta, PT Asdi Mahasatya,2004) hal 4

[5] ] Dr. Rohiat, M.Pd. Manajemen Sekolah-Teori Dasar dan Praktik (Bandung, PT Refika Aditama, 2008) hal 14


[6] Dra. Hj. Musfirotun Yusuf, M.M., Manajemen Pendidikan (Pekalongan, STAIN Pekalongan Perss, 2008) hal 14

[7] Prof. Dr. Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam, (Erlangga) hal 15-16


[8] Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A, Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, (Jakarta, Kencana Prenada Media Grup, 2009) hal 7-8
















penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "PENGERTIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA