Pages

PRINSIP PENGETAHUAN DALAM ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam bab ini pembicaraan kita tentang pengetahuan ini atau tentang teori pengetahuan ini akan kita batasi menyebutkan dan membincangkan setengah prinsip-prinsip yang berhubungan dengan setengah-setengah segi pembahasan falsafah dan pembahasan pendidikan dalam waktu yang sama. Misalnya : pentingnya pengetahuan pada pendidikan dan kehidupan, sejauh mana islam menanamkan pentingnya dalam ajaran-ajaran dan pemikirannya, pengertian pengetahuan manusia pada pemikiran modern dan pemikiran islam, jenis-jenis pengetahuan manusia dan tingkat-tingkat keutamaannya, sumber-sumber pengetahuan dan alat- alat untuk memperolehnya atau didapati padanya dan sampai dimana sanggup kita mengamati dan mengetahui benda-benda pada hakikatnya, dan ukuran-ukuran pengetahuan yang baik. Perbincangan kita tentang segi-segi ini dalam rangka pemikiran islam dan ajaran-ajaran islam yang tolerans.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dari Prinsip pertama yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam ?
2.      Apa yang dimaksud dari Prinsip kedua yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam ?
3.      Apa yang dimaksud dari Prinsip ketiga yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam ?
4.      Apa yang dimaksud dari Prinsip empat yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam ?
5.      Apa yang dimaksud dari Prinsip lima yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam ?
6.      Apa yang dimaksud dari Prinsip enam yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam ?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui prinsip pertama yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam.
2.      Untuk mengetahui prinsip kedua yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam.
3.      Untuk mengetahui prinsip ketiga yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam.
4.      Untuk mengetahui prinsip keempat yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam.
5.      Untuk mengetahui prinsip kelima yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam.
6.      Untuk mengetahui prinsip keenam yang menjadi dasar teori pengetahuan dalam pemikiran islam.




BAB II
PEMBAHASAN
A.  Prinsip Pertama
Percaya bahwa pendidikan sebagai salah satu alat kemajuan dan ketinggian bagi seseorang dan masyarakat keseluruhan ; sebagai langkah pokok ke arah pembinaan kemahiran dan sikap yang ingin dibina pada diri individu dari pembinaan kebangkitan teknologi dan industri yang sesuai dalam masyarakat. Sebab tidaklah dapat seseorang membina pada dirinya kemahiran atau daya praktis pada bidang tertentu tanpa memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar teorinya.
     Jika pemikiran modern bangga dengan kepercayaannya terhadap pentingnya pengetahuan dan ilmu, hal itu membuka jalan bagi keduanya seluas-luasnya, maka islam dengan ajarannya yang kekal dan pemikiran pengikut-pengikutnya yang asli lebih dulu lagi menekankan pentingnya penegetahuan dan ilmu. Islam adalah : “ agama yang merangkul ilmu, menganggap suci perjuangan orang-orang pandai, dan apa yang mereka temukan dalam fakta-fakta wujud dan rahasia alam jagat ini. Dalam hal ini Allah berfirman yang artinya :
Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu.”( Al- Mujadalah: 11). Baca Juga : prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan islam terhadap alam semesta
            Disamping itu kata ilmu dan akal- katanya muncul dalam sembilan ratus tempat dalam Al-Quran, perkara yang tidak berlaku bagi fakta yang lain yang tersebut dalam Al-Quran. Cukuplah menjadi penghargaan kepada ilmu dan penghormatan terhadapnya dan terhadap orang-orang yang memilikinya bahwa ia adalah salah satu sifat Allah s.w.t., sebab Allah adalah :’Alim, ’Aliem, dan ’al-lam (semuanya berarti maha-mengetahui).
     Muslim yang sadar akan mengetahui bahwa pandangan islam kepada ilmu berdiri atas dua dasar pokok. Yang pertama kepercayaan (iman) dan kedua eksperimental. Jadi kita dapati islam menekankan pengetahuan dan ilmu dan mengangkat nilainya dan harganya yang tidak dibuat oleh agamalain. Dalam penekanan pengetahuanoleh islam ini meliputi semua pengetahuan dan ilmu : iman, syari’at, kemanusiaan, fisik, dan praktis.tentang prinsip ini dengan menyebutkan bebrapa hadis nabi yang menekan kan pentingnya pengetahuan ilmu. Diantaranya yang artinya. Bca Juga : Falsafah Pendidikan Islam Kandungan, Sumber-Sumber dan Syarat-Syaratnya
menuntut ilmu adalah fardhu atas setiap muslim lelaki dan perempuan.”
B.     Prinsip Kedua
Percaya bahwa pengetahuan manusia adalah maklumat, fikran-fikiran, pengertian-pengertian, tafsiran-tafsiran yang diyakini hukum-hukum, tanggapan-tanggapan, gambaran yang pasti yang kita capai tentang sesuatu sebagai akibat kita menggunakan panca indera kita, atau akal kita, atau kedua-keduanya sekali, atau sebagai akibat dari suatu yang kita peroleh melalui ilham, atau perasaan atau penglihatan dengan mata, atau mealui kasyaf, atau melalui ajaran agama dan diturunkan melalui wahyu ilahi.Atau ia adalah hubungan fikiran yang jelas yang terbentuk pada manusia diantara akalnya dengan sesuatu atau perkara luar sebagai akibat-interaksi sadar yang terjadi antara dia denagn alam luar yang mengelilinginya, atau sebagi akibat berbagai proses akal yang menyertai interaksi ini, atau sebagai akibat dari pengaruh intuisi dari ilham atau diterimanya melalui ajaran wahyu dan agama. Baca Juga : filsafat pendidikan islma
konsep tujuan pendidikan
Dan pengetahuan atau ilmu menurut pengertian ini adalah keyakinan. Dan ilmu adalah yang ditunjuki oleh persaan yang benar atau akal yang sehat atau intuisi atau ilmu atau wahyu yang diturunkan. Dr.Yassin Khalil dalam pembicaraan tentang pengetahuan kita tentang alam luar berusaha membedakan antara dua macam pengetahuan bagi alam luar ini, salah satunya adalah pengetahuan yang biasa (ordinary knowledge0 dan kedua adalah pengetahuan ilmiah (scientific knowledge), yaitu ketika beliau berkata: “Langkah pertama, menurut kepercayaan kami, ke arah pembinaan pengetahuan ilmiah adalah bahwa kita membedakan dengan jelas antara :
1.                   Pengetahuan biasa.
2.                   Pengetahuan ilmiah.
Yang kita maksud dengan pengetahuan biasa adalah sejumlah pengertian, fikiran-fikiran, gambaran, dan persoalan-persoalan yang diciptakan manusia pada hidupnya sehari-hari tentang alam luar dimana terkandung wujud-wujud, gerakan-gerakan dan gejala-gejala yang bermacam-macam. Sedangkan yang kita maksudkan dengan pengetahuan ilmiah adalah sejumlah pengertian, prinsip-prinsip, persoalan-persoalan, dan menjelaskan peristiwa-peristiwa di alam ini dan meramalkan peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi pada masa depan, dengan tujuan memberi gambaran ilmiah tentang hakikat alam luar. Yang penting bagi kita pada prinsip ini adalah mentakrifkan atau menjelaskan maksud pengetahuan itu. Sekalipun takrif dan penjelasan ini akan menarik kita untuk menyebut berbagai-bagai jenisnya, sebab pengetahuan manusia sekalipun mempunyai sebahagian ciri-ciri, dan sifat-sifat yang bersamaan tetapi tidak hanya satu dalam segala segi.
C.  Prinsip ketiga
Percaya bahwa pengetahuan manusia berbeda mutu dan nilainya sesuai dengan perkara, tujuan, dan jalannya. Keutamaan dan martabat yang paling tinggi yaitu mengetahui allah swt. Perbuatan dan makhluknya, memandangAllah sebagai “Perkara yang tertinggi bagi pengetahuan (makrifah) dan perkara sebenarnya yang manusia patut mengarahkan perhatiaanya untuk mengetahui melalui akalnya dan renungan pemikirannya.”
Golongan pertama adalah yang mengikuti jalan nabi dan sebagainya yang biasa juga di sebut “Al-mutakalimin”. Golongan kedua adalah golongan sufi kalau sesuai dangan ajaran syariat, kalau tidak mereka adalah golongan hukama ‘isyraqiyyun.
Maka tujuan segala pengetahuan dan ilmu pada akhirnya adalah mengetahui Allah, dan mengakui wujud keesaanya. Dan mengetahui Allah menurut golongan Sufiyah adalah dasar agama. Kemudian mengakui Allah dalam segala muamalatnya.
Dan semakin tahu manusia terhadap tuhannya semakin takut, cinta, taat, rela terhadap qadha dan qadarnya dan sabar ia Terhadap bencana yang menimpanya.
D.  Prinsip Keempat
Percaya bahwa pengetahuan manusia itu mempunyai sumber yang bermacam-macam. Pengalama langsung dan pemerhatian dan pengamatan indera hanyalah sebagian sumber-sumber ini. Tetapi sumber ini, biarpun banyak macam dan jenisnya, dapat dikembalikan kepada lima sumber pokok yaitu : indera, akal, intuisi, ilham, dan wahyu ilahi.
Beberapa teks agama dari alqur’an dan sunnah menguatkan pengakuan islam terhadap sumber-sumber yang kita sebutkan berkenaan dengan pengatahuan manusia.
1.      Tentang indera, telah diakui oleh semua filosof dan ulama islam berkenaan dengan perkara yang dapat diraba atau kesan-kesan yang mempengaruhi mata, telinga dll.
2.      Tentang akal, tidak ada suatu agama yang menghargai akal seperti agama lain
3.      Mengenai intuisi, ilham dan wahyu itu juga adalah sumber pokok juga bagi pengetahuan dalam falsafah islamiyah. Banyak pengetahuan yang tidak bisa dicapai oleh panca indera namun dapat dicapai oleh wahyu, ilham atau intuisi.
E.  Prinsip Kelima
Percaya bahwa pengetahuan terlepas dari akal yang mengamatinya dan tersimpan didalamnya, dan juga benda-benda mempunyai fakta-fakta yang tetap dan mempunyai wujud yang bebas dari fikiran kita. Jadi, memperoleh pengetahuan tidak lebih dari satu fungsi akal. Dan ketika akal kita berusaha menanggapi fakta-fakta ini ia tidak mengadakannya tetapi ia berusaha menemukan dan menampakannya saja sebab akal sudah wujud sebelum kita mengetahuinya.
Allah berfirman :
“mereka tidak akan sampai sedikitpun kepada ilmu Allah kecuali yang diizinkan diketahui.”
Ayat ini mengatakan bahwa manusia tidak sanggup mengetahui ilmu Allah yang menyeluruh dan tidak ada batasnya kecuali sedikit sekali sehingga ia sampai kepada derajat kepastian dan keyakinan dalam batas-batas kekuatan dan kesanggupannya.
F.   Prinsip Keenam
Percaya bahwa pengetahuan sebenarnya ialah cukup denagn keyakinan dan pasti, merendahkan diri kepada keagungan allah dan luas ilmunya, sesuai dengan jiwa agama dan prinsip akhlak mulia yang telah ditentukannya, menimbulkan rasa tentram dalam jiwa, tepat dan objektif dan meneguhkan amal yang baik, pengalaman yang berjaya dan memudahkan jalan kemajuan dan kekuatan masyarakat. Inilah syarat-syarat dan unsur-unsur yang terpenting dalam islam :
1.      Bagaimana sumber dari manusia mengambil pengetahuan ini haruslah itu pasti dan yakin tidak ada keraguan didalamnya.
2.      Ilmu manusia hanya sebatas akal dan panca indera yang ada di belakang benda (metafisika) tidak dapat diketahui tentang apa benda itu.
3.      Pengetahuan yang baik dalam islam harusn dengan ketegasan dan keyakinan serta merendahkan diri kepada Allah bertujuan untuk mendapatkan keridhaannya.
4.      Pada segi lain, pengetahuan harus bisa memberikan ketentraman dalam hati untuk mendapatkan kebahagiaan dan keridhaan dari Allah swt.
5.      Pengetahuan harus bersifat tepat dan objektif.
6.      Pengetahuan harus membimbing ke arah perbuatan amal shaleh yang bermanfaat serta menunnjukan kepada yang haq menjauhi kepada yang bathil demi mengharapkan keridhaan Allah swt.
7.      Pengetahuan harus bisa membawa kepada kemanfaatan dan kemajuan masyarakat.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
·                Percaya bahwa pendidikan sebagai salah satu alat kemajuan dan ketinggian bagi seseorang dan masyarakat keseluruhan.
·                Percaya bahwa pengetahuan manusia adalah maklumat.
·                Percaya bahwa pengetahuan manusia berbeda mutu dan nilainya sesuai dengan perkara, tujuan, dan jalannya.
·                Percaya bahwa pengetahuan manusia itu mempunyai sumber yang bermacam-macam.
·                Percaya bahwa pengetahuan terlepas dari akal yang mengamatinya dan tersimpan didalamnya, dan juga benda-benda mempunyai fakta-fakta yang tetap dan mempunyai wujud yang bebas dari fikiran kita.
·                Percaya bahwa pengetahuan sebenarnya ialah cukup denagn keyakinan dan pasti, merendahkan diri kepada keagungan allah dan luas ilmunya, sesuai dengan jiwa agama dan prinsip akhlak mulia yang telah ditentukannya, menimbulkan rasa tentram dalam jiwa, tepat dan objektif dan meneguhkan amal yang baik, pengalaman yang berjaya dan memudahkan jalan kemajuan dan kekuatan masyarakat.


Daftar Pustaka

Al-Syaibani, Omar Mohammad al toumy. 1979. Falsafah Pendidikan Islam. Jakarta. Bulan Bintang.
Arifin, M. 1996. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta. Bumi Aksara,.
Nata,Abudin. 1997. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta.Logos Wacana Ilmu.


penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "PRINSIP PENGETAHUAN DALAM ISLAM"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA