Pages

PRINSIP –PRINSIP YANG MENJADI DASAR FALSAFAH AKHLAK DALAM ISLAM


KATA PENGANTAR
 Puji syukur kita panjatankan kepada tuhan yang maha esa karna atas berkat pertolongnya sehingga Kami bisa menyelesaikan makalah ini. Melelui maklah ini kami juga menyampaikan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan tugas terstruktur yaitu  makalah ini.
            Dalam makalah ini kami akan membahas tentang prinsip prinsip yang menjadi dasar falsafah ahlak dalam islam  Telah kita ketahui Bahwa pembelajaran Kita Dalam menyangkut peradaban dinasti bani umayyah  dan hal terpenting dalam hal kita mempelajari dan memahaminya . Oleh Karna Itu kami akan memaparkan dalam pembuatan Makalah ini Tentang  Agar Kita lebih memahami dan mengerti apa dan bagaimana arti pentingnya peradaban islam pada masa itu.
Dan kami Menyadari dalam Makalah ini terdapat kekurangan ataupun kesalahan ,untuk itu kami mohon kritik dan saranya demi kesempurnaan makalahyang kami susun . atas perhatian dan partsipasinya kami ucapkan terima kasih .  
                                                                                    Cirebon 12 November 2019



                                                
 
                                     
 
 
 
 
 
 
 
BERIKUT ADALAH PRINSIP –PRINSIP YANG MENJADI DASAR FALSAFAH AKHLAK DALAM ISLAM
 
BAB I
  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Prinsip-prinsip yang akan  di bicarakan pada bab ini ialah tentang prinsip yang bersangkutan dengan falsafah ahlak atau teori ahlak dalam islam. Kita berharap bahwa prinsip-prinsip yang meliputi segi-segi terpenting teori ahlak dalam islam, mulai dari percaya dari pentingnya ahlak sehingga percaya pada prinsip balasan ahlak (moral)
          Diantara prinsip yang mengandung nilai praktis dalam bidang pendidikan dan tidak dapat dan tidak harus diketahui bagi yang sedang mempelajari falsafah pendidikan islam yang rasa kita penting
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang di maksud prinsip pertama
2.      Apa yang di maksud prinsip ke dua
3.      Apa yang di maksud prinsip ke tiga, empat , lima dan enam
C.    Tujuan Penulisan
Mengetahui dan memahami  filsfat pendidikan islam dalam teori prinsip ahlak dalam islam











BAB II
                  PEMBAHASAN 
A.    Perinsip pertama[H1] 
Percaya bahwa akhlaitu termasuk diantara makna yang terpenting dalam hidup ini. Tingkatnya berada sesudah kepercayaan kepada allah,malaikatnya,kitab-kitabnya,rasul-rasulnya,hari akhirat yang terkandung hasyar,hisab,balasan akhirat,dan kodho dan khodar allah. Juga terletak sesudah ibadah kepada allah mentaatinya,ikhlas kepadanya,dan menyerahkan diri kepadanya. Dan kalau beriman kepada allah dan beribadah kepadanya pertama-tama berkaitan rapat dengan hubungan antara hamba dan tuhannya,maka akhlak pertama berkaitan dengan hubungan muamalah manusia dengan orang lain,baik secara perseorangan ataupun perkumpulan. Tetapi perlu di ingat bahwa akhlak tidak terbatas pada penyusunan hubungan antara manusia dengan manusia lain,tetapi melebihi itu,juga mengatur hubungan manusia dengan segala yang terdapat dalam wujud dan kehidupan ini,malah melampaui itu lagi mengatur hubungan antara hamba dan tuhannya.
            Pentingnya akhlak tidak terbatas pada perseorangan tetapi penting untuk masyarakat,umat dan kemanusiaan seluruhnya. Atau dengan kata lain akhlak itu penting bagi perseorangan dan masyarakat sekaligus. Sebagaimana perseorangan tidak sempurna kemanusiaannya tanpa akhlak begitu pula masyarakat dalam segala tahapannya tidak baik keadaannya,tidak lurus keadaannya tanpa akhlak,dan hidup tidak ada makna tanpa akhlak yang mulia. Jadi akhlak mulia adalah dasar pokok untuk menjaga bangsa-bangsa,Negara-negara,rakyat,dan masyarakat-masyarakat dan oleh sebab akhlak itulah timbulnya amal sholeh yang berguna untuk kebaikan umat dan masyarakat.
B.     Prinsip kedua
Percaya bahwa akhlak itu adalah kebiasaan atau sikap yang mendalam dalam jiwa darimana timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan gampang. Ia juga “suatu factor yang mempengaruhi tingkah laku manusia dan pada kebolehannya untuk menyesuaikan dirinya dengan alam sekitar” tempat ia hidup. Banyak ahli palsapah islam yang membincangkan tentang konsep akhlak seperti ibnu maskawaih dan al-ghojali mengatakan bahwa akhlak itu “suatu keadaan atau bentuk jiwa darimana timbul perbuatan tanpa fikir dan usaha”. Takrif ini yang telah di berikan oleh ahli palsapah akhlak muslimin tidak berbeda dengan yang telah kita berikan kepada akhlak adalah ucapan yang maknanya berdekat-dekatan.
Prinsip ini dari apa yang terkandung di dalamnya dalam menentukan pengertian akhlak dalam pemikiran islam,kita akan dapati bahwa akhlak membuat pandangan islam bukan sekedar kata-kata yang di ulang-ulang dan selogan yang di pamerkan,tetapi ia adalah watak atau kebiasaan atau sikap yang mendalam di jiwai membentuknya sebagai factor warisan yang merupakan kecerdasan, naluri, temperament, dan lain-lain.
Sanggupnya akhlak berubah dan bertukar mengandung makna yang banyak mungkin yang terpenting bahwa akhlak pada keseluruhannya di anggap perkara-perkara yang di pelajari,dan ia terpengaruh oleh factor waktu,tempat,dan keadaan masyarakat,adat istiadat,kebiasaan,dan harapan-harapannya dan bahwa ia tidak bebas dari kekhilafan.
Sifat tetap pada prinsip dan nilai-nilai akhlak yang umum tidak menafikan bahwa perseorangan berbeda dalam merode gerak-balasnya (response) terhadap prinsip ini dalam tafsiran mereka terhadapnya dan sampai mereka berpegang padanya.
C.    Prinsip ketiga
Percaya bahwa akhlak islam yang berdasar syariat islam yang kekal yang di tunjukan oleh teks-teks agama islam dan ajaran-ajarannya begitu pula ijtihad-ijtihad dan amalan-amalan ulama-ulama yang sholeh dan pengikut-pengikutnya yang baik,itu adalah akhlak kemanusiaan yang mulia.
Supaya kita jelaskan ciri-ciri keistimewaan ini dengan lebih terperinci. Dapat kita berikan fikiran ringkas untuk masing-masing di bawah ini :
1.      Ciri-ciri sifat menyeluruh (universal)
Diantara ciri-ciri akhlak islam atau system akhlak dalam islam ialah sifat menyeluruh yang di jadiakan suatu metode (minhaj) yang sempurna,meliputi seluruh gejala aktifitas biologis perseorangan dan masyarakat,hal itu meliputi segala hubungan manusia dan segala segi kehidupannya dan segala segi hubungannya dengan kehidupan dan benda-benda hidup. Ini termasuk dalam bagian sopan santun umum,sebab islam memerintahkan bersopan santun kepada allah,kepada manusia,kepada hewan dan kepada malaikat.




2.      Ciri-ciri keseimbangan
Akhlak islam,sebagaimana mempunyai ciri-ciri menyeluruh juga berciri seimbang dan menghargai berbagai kebutuhan manusia dan tuntutan hidup. Ia menghargai tabiat manusia yang terdiri atas badan dan ruh, menimbangkan tuntutan jasmani dan jiwa,tuntutan dunia dan akhirat atau dengan kata lain akhlak islam tidak mengorbankan kepentingan jasmani untuk kepentingan rohani,juga nilai-nilai kebendaan untuk kepentingan nilai kerohanian.
Islam tidak memerintahkan terlalu berzuhud pada dunia atau semacam kependetaan. Bahkan kita lihat dalam kitabnya menyebutkan bahwa allah menciptakan bagi kita apa yang di langit dan di bumi dan merasa heran terhadap orang yang mengharamkan perhiasan allah yang di keluarkannya dan hambanya bagi rezeki yang baik. Ia menyeluruh berusaha dan bekerja dalam hidup ini dengan jalan yang mulia.
3.  Ciri-ciri sederhana
Berkaitan dengan ciri-ciri yang lalu adalah ciri lain yaitu ciri kesederhanaan dan tidak berlebihan pada salah satu arah antara segala arah dan memandang kepada perkara itu dalam jalan tengah,berlebihan atau berkurang.
4.  Ciri-ciri realisme
Berkaitan dengan ciri keseimbangan suatu ciri lain dengan dekat dengan maknanya,yaitu ciri realisme yang juga menganggap akhlak islam sesuai dengan kemanusiaan dan sejalan dengan naluri yang sehat,diantara gejala realisme pada akhlak islam ialah bahwa ia menghormati tuntutan ruh dan jasmani,dan tidak membebankan pada manusia apa yang melebihi daya dan kemampuannya atau bertentangan dengan fitrah dan penggerak asalnya.
5.  Ciri-ciri kemudahan
Ciri kelima bagi akhlak islam adalah ciri kemudahan dan memberatkan. Manusia tidak di beratkan  kecuali dalam batas kesanggupan dan kekuatannya. Ia tidak di anggap bertanggung jawab dari segi akhlak dan syara;kecuali jika berada dalam keamanan,kebebasan dan kesadaran akal yang sempurna.

D.    Prinsip Ke Empat
Percaya bahwa tujuan tertinggi agama dan ahlak ialah menciptakan kebahgiaan dunia dan akhirat, kesempurnaan jiwa bagi individu , dan menciptakan kebahagiaan ,kemajuaan , kekuataan dan keteguhan bagi masyarakat.
     Di antara yang termasuk kebahagiaan  dunia berkenan dengan masyarakat  adalah kuatnya masyarakat, kukuhnya ,kemajuaanya yang terus menerus , perpaduanya , kesetabilanya sifat tolong-menolong antara anggota-anggotanya ,solidaritas tanggung jawab terhadap masyarakat , siafat lurusnya , kesadaran mereka terhadap masalah masyarakat, dan lain-lain gejala-gejala kebahagiaan masyarakat.
     Di sini Ibnu Maskawih menyalin dari Aristoteles dalam membagi kebahagiaan itu kepada lima bahagia : ” Adapun Bahgia kebahagiaan menurut Madzhab ahli hikmah ini (aristoteles) ada lima bahagiaan . salah satunya adalah pada kesehatan badan halusnya panca indra . jika tempramen itu seimbang , yaitu ia baik pendengaran , pengelihatan , penciumanya , pencecap dan perabaan. Kedua ialah pada kekayaan dan pertolongan dan yang serupanya sehingga ia sanggup meletakan harta pada tempatnya, dan memperbuat segala macam kebaikan . yang ketiga bhwa namanya baik diantara manusia , sehingga dapat disebut dikalagan orang-orang yang mulia dan di puji-puji di kalanganya. Yang ke empat bahwa ia Berjaya dalam berbagai perkara , yaitu kalau ia menyempurnakan segala apa yang di inginkanya atau yang di cita-citakanya . ke lima bahwa ia bagus fikiran , pendapat betul, kepercayaan terhadap agamanya sehat, suci dari dari kesalahan dan kehilapan , dan baik nasihatnya  bila di mintai nasihatnya”.
E.     Prinsip Ke Lima
Percaya bahwa agama islam adalah sumber terpenting bagi ahlak islam dan factor terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan ahlak, dalam membentuknya dan memberi corak ke-islaman yang membedakanya dari yang lain . juga ia terpenting terhadap prinsip-prinsip , dasar-dasar, nilai-nilai, dan tauladan ahlak yang terkandung di dalamnya. Ia adlah sumber terpenting bagi paksaan ahlak , hati nurani dan kesadaran ahlak. Ia sumber tepenting bagi yang meentukan baik buruk yang mengandung keputusan ahlak (moral judgment) terhadap perbuatan manusia.
Jika kita mengakui adanya hubungan yang erat antar agama dan ahlak dan agama adalah sumber pokok ahlak dan diantara factor-faktor yang berpengaruh pada ahlak maka harus lah kita menyelediki lebih jauh ayat-ayat al-qur’an yang berkenan dengan ahlak, baik yang bersifat pribadi atau social dan=pyang berkenan sdengan dasar-dasardan undang-undangnya.


D.    Prinsip ke Enam
Percaya bahwa teori ahlak tidak akan sempurna kecuali jika di dalamnya di tentukan lima segi pokok : hati nurani ahlak (Moral conscience), paksaan ahlak (moral abligations), hokum ahlak (moral jugement), tanggung jawab ahlak (moral responsibility), dan ganjaran ahlak ( moral rewards). Sebab segi-segi atau unsur ini merupakan unsur pokok bagi setiap teori ahlak. Jadi haruslah setiap orang yang ingin membina teori ini serupa ini untuk menentukan sikap segi-segi dan unsur-unsur ini, kemudian ia menentukan makna , sumber-sumber, ukuran-ukuran, syarat-syaratnya, dan lain lain lagi bagi perkara yang berhubungan denganya.








                         








BAB III
    PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bahwa prinsip ahalak dalam islam sangat berperan penting dalam fillsafat pendidikan islam, dimana ahalak atau moral yang harus di pakai dan pelajari terlebih dahulu sebelum jauh mempelajari teori-teori dalam filsafat pendidikan islam
B.     Saran
Dimana makalah ini di susun ,sesempurna apapun penulis dalam menyusun tulisan pasti ada kekeliruan dan kesalahan, maka dari itu penyusun makalah meyarankan untuk mengkoreksi dan menganalisis susunan tulisan makalah ini















DAFTAR PUSATAKA
Al-Syaibani, Omar Mohammad al toumy. 1979. Falsafah Pendidikan Islam. Jakarta:Bulan Bintang
Arifin,M. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara



 [H1]asu

penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "PRINSIP –PRINSIP YANG MENJADI DASAR FALSAFAH AKHLAK DALAM ISLAM"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA