Pages

JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA


 








Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam


PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN DARING

TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

Rifqi Fadhillah, Siti Nurjannah, Qoriatul Jannah, Muhammad Ilham Nadzir, Aghnian Haliz Saifi, Febbi Lakma Wulan

Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon


Abstract

This study aims to determine the extent of the influence of online learning systems on student learning motivation. The research method is quantitative. Using a sample of 30 students from a total population of 34 students of SDN Sukaharja 03 in Bogor Regency. The research was conducted in October 2020. Data collection instruments used questionnaires, interviews and literature study. (1) The level of student satisfaction in following the online learning system (2) the completeness of student facilities in following the online learning system (3) the level of student understanding of the material (4) the creativity of students in looking for additional material (5) the activeness of students in doing assignments (6) evaluation of value (7) the contribution of parents in children's learning (8) the use of other platforms as an alternative to learning.

Keywords : corona virus, online learning system, learning motivation, enthusiasm


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh sistem pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa. Metode penelitian adalah kuantitatif. Menggunakan Sampel berjumlah 30 siswa dari total populasi 34 siswa SDN Sukaharja 03 di Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober tahun 2020. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan studi kepustakaan. (1) Tingkat kepuasan siswa dalam mengikuti sistem pembelajaran daring (2) kelengkapan fasilitas siswa dalam mengikuti sistem pembelajaran daring (3) tingkat pemahaman siswa mengenai materi (4) kreativitas siswa dalam mencari materi tambahan (5) keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas (6) evaluasi nilai (7) kontribusi orangtua dalam pembelajaran anak (8) penggunaan platform lain sebagai alternatif pembelajaran.



PENDAHULUAN

             Selama ini, sistem pendidikan di Indonesia dilaksanakan dengan metode luring (offline). Dengan sistem pembelajaran luring yang menekankan pada proses kegiatan belajar mengajar secara offline, pendidik dan peserta didik bisa langsung bertatap muka, oleh karena itu pendidik mampu melakukan pendekatan emosional dan sosial kepada siswa. Dengan metode pembelajaran luring juga siswa mudah menangkap materi yang disampaikan oleh guru karena dapat berinteraksi secara langsung dan dapat menanyakan hal yang belum difahami dari materi pembelajaran.

             Akan tetapi belakangan ini dunia sedang dilanda musibah, pandemi yang baru kali ini melanda hampir seluruh permukaan bumi, yakni penyebaran virus yang dinamakan Corona Virus Disease (Covid-19) yang ditemukan pertama kali pada tahun 2019 di suatu wilayah bernama Wuhan yang berada di Republik Rakyat Cina ini sangat mematikan sedang memghantui seluruh penduduk bumi. Virus ini sangat berbahaya karena bisa menular dari satu orang ke orang lain walaupun hanya melalui sentuhan kulit. Gejalanya yang bisa berupa demam, batuk, kelelahan dan sesak nafas, membuat setiap orang merasa takut. Dalam beberapa kasus infeksi, dampak yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru.  

             Pandemi ini  menyebabkan terganggunya segala aspek kehidupan manusia, baik ekonomi, sosial, politik, keagamaan dan tidak terkecuali pendidikan. Setiap orang khawatir untuk melakukan interaksi sosial dikarenakan takut terlular virus Covid-19. Beberapa usaha pun akhirnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar dapat menghambat penyebaran virus ini, seperti dengan cara mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan karantina wilayah agar warga tetap berada di rumah. Upaya ini dilakukan agar mengurangi Interaksi sosial para penduduk, agar penyebabaran virus ini tidak terlalu luas. Selain itu bagi warga yang memiliki kepentingan darurat dan harus pergi keluar rumah harus menggunakan alat perlindungan diri seperti masker dan lain sebagainya. 

             Membahas lebih lanjut mengenai efek dari pandemi ini terhadap dunia pendidikan, membuat pemerintah berupaya keras agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan namun tanpa memiliki resiko penyebaran virus yang tinggi, akhirnya pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuat suatu aturan pendidikan dengan sistem pembelajaran daring (online). Melalui sistem pembelajaran ini, guru dan siswa tidak perlu bertatap muka secara langsung, akan tetapi bisa dilakukan secara jarak jauh menggunakan alat komunikasi dan aplikasi yang mendukung kegiatan pembelajaran secara online. Siswa dan guru cukup berkomunikasi melalui gadget atau laptop dengan dan menggunakan aplikasi seperti Zoom Meeting, Google meet, Google Clasroom dan aplikasi lainnya. Upaya ini akhirnya bisa membuat kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan dari rumah dan mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

             Disisi lain, dengan berbagai macam kelebihan yang diberikan dari sistem pembelajaran online, banyak juga masalah yang timbul dari sistem pembelajaran online atau jarak jauh tersebut. Dimulai dari tidak semua siswa sekolah memiliki alat komunikasi yang menunjang kegiatan belajarnya, masih banyak siswa yang berasal dari golongan yang kurang mampu tidak memiliki alat komunikasi atau gadget yang digunakan untuk penunjang kegiatan belajarnya. Terlebih bagi siswa yang tinggal di daerah pegunungan, sering sekali mendapat masalah pada koneksi jaringan internet yang kurang baik sehingga membuat kegiatan belajar mereka terganggu. Kemudian kebutuhan akan kuota internet yang membutuhkan biaya yang tidak murah juga membuat pengeluaran siswa menjadi lebih besar. Namun hal yang paling penting adalah pengaruh dari sistem pembelajaran daring tersebut terhadap motivasi belajar siswa. Karena perbedaan sistem pembelajaran ini membuat tanggapan yang berbeda-beda dari setiap siswa. Daya tangkap tiap siswa yang berbeda juga mempengaruhi motivasi siswa dalam kegiatan belajar daring. Orangtua pun tidak sedikit yang harus turun tangan membantu anaknya menerangkan tentang materi yang disampaikan oleh guru. Karena tidak sedikit siswa yang merasa kurang puas terhadap penyampaian yang disampaikan guru secara online. Namun tidak sedikit pula dengan lebih banyaknya waktu luang yang ada, membuat siswa mencari alternatif sumber pembelajaran lain yang bisa diperoleh dari internet, baik melalui pencarian seperti Google Search, Mozilla Firefox, Opera Mini dan Internet Explorer, atau melalui video-video penjelasan di YouTube dan juga aplikasi belajar online seperti Ruang Guru.

             Oleh karena itu, kami melaksanakan penelitian mengenai pengaruh sistem pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa ini kami selenggarakan di tengah-tengah penerapan sistem pembelajaran daring , yakni pada bulan Oktober tahun 2020 di Sekolah Dasar Negeri Sukaharja 03 yang berada di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Wilayah ini berada di kaki gunung Salak, sehingga wilayah ini merupakan wilayah yang masih tergolong perkampungan. Atas dasar ini kami melakukan penelitian tersebut supaya menjadi acuan terhadap evaluasi dari sistem pembelajaran daring. Sampel yang kami gunakan adalah siswa kelas VI yang berjumlah 30 orang dari total 34 siswa kelas VI di sekolah dasar tersebut.

Baca Juga : Jurnal Manajemen kurikulum pendidikan di masa pandemi


METODE PENELITIAN

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

 Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan suatu penelitian yang penggalian datanya menggunakan data kuantitatif sehingga analisisnya menggunakan formula statistics matematics. 

2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket atau kuesioner, wawancara semi terstruktur dan studi kepustakaan.

a. Penyebaaran Angket

Angket atau Kuesioner adalah alat pengumpulan data yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Dalam situasi pandemi ini yang tidak memungkinkan untuk menyebarkan angket secara langsung. Akan tetapi dengan semakin canggihnya teknologi, maka kami bisa menyebarkan angket dengan lebih cepat dan simple dari jarak jauh secara online menggukan fitur Google Form. Sampel yang kami ambil adalah 30 siswa dari total populasi 34 siswa kelas VI di SDN Sukaharja 03. Skala pengukuran sikap menggunakan Skala Likert empat tingkat, contohnya : Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju dan Sangat Tidak Setuju.

b. Wawancara semi terstruktur

 Wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara semi terstruktur yakni wawancara yang sedikit kaku karena jawaban dari pertanyaan sudah kami persiapkan namun kami masih menerima jawaban alternatif yang hendak disampaikan informan. Adapun informan yang kami ambil adalah wali kelas VI.

c. Studi Kepustakaan

Peneliti juga menggali data melalui studi kepustakaan, yakni dengan cara memcari dan mempelajari literatur yang ada hubungannya dengan pembahasan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi objek penelitian. Caranya adalah dengan membaca buku-buku atau jurnal-jurnal online yang berkaitan dengan materi penelitian.


COVID-19

Saat ini corona menjadi pembicaraan yang hangat. Di belahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu yang singkat saja, namanya menjadi trending topik, dibicarakan dimana-mana. 

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru saja ditemukan. Meskipun lebih banyak menyerang ke yang sudah lanjut usia, virus ini sebenarnya bisa juga menyerang siapa saja, bisa dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Hal itu membuat beberapa negara memberlakukan kebijakan lockdown untuk pencegahan virus corona. Di Indonesia diberlakukan kebijakan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan virus, maka semua kegiatan dilakukan di luar rumah harus dihentikan. 

Beberapa pemerintah daerah memutuskan untuk menerapkan kebijakan untuk meliburkan peserta didik nya dan menerapkan metode belajar dengan sistem online atau daring (dalam jaringan). Kebijakan pemerintah ini mulai dilaksanakan dibeberapa provinsi di Indonesia pada hari Senin, 16 Maret 2020 dan akhirnya diikuti oleh beberapa wilayah lainnya. Tetapi hal tersebut tidk berlaku bagi beberapa sekolah di berbagai daerah. Sekolah tersebut merasa belum siap dengan sistem pembelajaran daring, karena pembelajaran nya membutuhkan media seperti hp, komputer atau laptop. Baca Juga : Jurnal pendidikan perbandingan implementasi kurikulum sebelum pandemi dan sesudah pandemi


SISTEM PEMBELAJARAN DARING 

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik melainkan dilakukan dengan cara online dan menggunakan jaringan internet. Sistem pembelajaran daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi seperti google classroom, google meet, edmudo dan zoom.

Belajar secara daring tentu memiliki tantangan sendiri. Siswa tidak hanya membutuhkan suasana rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi koneksi internet juga harus memadai. Namun, proses pembelajaran yang efektif juga tak kalah penting, berikut ini cara agar siswa dapat belajar daring dengan efektif dan nyaman: 

Komunikasi antar tenaga pengajar dan siswa harus berjalan dengan baik pada saat melakukan pembelajaran.

Aktif dalam berdiskusi baik dengan guru maupun teman-teman

Management waktu bagi para siswa sangat penting. Meskipun belajar dirumah guru dapat memastikan bahwa peserta didiknya membuat catatan tugas yang sudah dikerjakan dan tugas yang harus segera dikumpulkan. 

Tetap bersosialisasi dengan orang lain, termasuk anggota keluarga dirumah. 

Sistem pembelajaran daring mau tidak mau harus ditetapkan ditengah pandemi COVID-19. Karena, tidak memungkinkan jika peserta didik dibiarkan libur panjang hingga pandemi ini berakhir. Dan kita semua tidak tahu kapan pandemi ini berakhir dari permukaan bumi. Dalam proses pembelajaran daring ada beberapa kesulitan ang dihadapi peserta didik. 

Jaringan internet yang kurang bagus.

Kuota internet yang terbatas

KBM tidak efektif 




MOTIVASI BELAJAR 

Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sardiman (2003:198), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. Donald ini mengandung tiga elemen penting yaitu: (1) bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia, (2) motivasi ditandai dengan munculnya rasa dan afeksi seseorang, (3) motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. 

Motivasi adalah sesuatu yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan dalam diri individu yang mempengaruhi gejala kejiwaan, perasaan dan emosi untuk melakukan sesuatu yang didorong oleh adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.

Mahmud (1989:121-122) yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung dan terjadi dalam diri seseorang karena pengalaman. 

Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung dan terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. 

Motivasi belajar adalah sesuatu yang mendorong, menggerakan dan mengarahkan siswa dalam belajar (Endang Sri Astuti, 2010: 67). Motivasi belajar sangat erat sekali hubungannyadengan perilaku siswa disekolah. Motivasi belajar dapat membangkitkan dan mengarahkan peserta didik untuk mempelajari sesuatu yang baru. Bila pendidik membangkitan motivasi belajar peserta didik, maka mereka akan memperkuat respon yang telah dipelajari. Motivasi belajar yang tinggi tercermin dari ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses meskipun dihadang oleh berbagai kesulitan. 











HASIL PENELITIAN

1. Penjelasan : Dari Pertanyaan Apakah Anda Merasa Senang Mengikuti Sistem Pembelajaran Daring ? Dari total 30 siswa yang merasa sangat senang berjumlah 9 siswa atau 30%, untuk yang merasa senang ada 9 siswa atau 30%, untuk yang merasa kurang senang ada 12 siswa atau 40% dan untuk merasa sangat tidak senang berjumlah 0 atau bisa dikatakan tidak ada yang merasa sangat tidak senang dengan sistem pembelajaran daring. 

Jadi dari jumlah 30 siswa di SDN Sukaharja 03 mayoritas siswa senang dalam sistem pembelajaran dari dengan jumlah 18 siswa atau 60%. 


2. Penjelasan : Dari Pertanyaan Berikutnya Apakah Anda Memiliki Fasilitas (Media Komunikasi) Sendiri Untuk Melaksanakan Sistem Pembelajaran Daring? Dari jumlah 30 siswa ada 83,33% atau 25 siswa yang memiliki media komunikasi milik sendiri. Sedangkan ada 16,67% atau 5 siswa yang meminjam milik orang tuanya. Tidak ada siswa yang meminjam milik saudara atau bahkan tidak memiliki sama sekali.

Jadi mayoritas siswa di SDN Sukaharja 03 memiliki media komunikasi milik sendiri untuk pembelajaran daring yaitu dengan jumlah 100% atau 30 siswa. 


3. Penjelasan : Dari Pertanyaan Apakah Anda Mudah Memahami Materi Pelajaran Yang Disampaikan Guru Melalui Sistem Daring ? dari 30 siswa 6,67% atau ada 2 siswa yang sangat dapat memahami pelajaran yang disampaikan guru melalui sistem daring,  kemudian 53,33% atau 16 siswa yang faham, dan untuk yang kurang dapat memahami ada 36,67% atau 11 siswa, bahkan ada 3,33% atau 1 siswa yang tidak paham samasekali pelajaran yang disampaikan guru melalui sistem daring. 

Jadi mayoritas siswa di SDN Sukaharja 03 faham terhadap pelajaran yang disampaikan guru melalui sistem daring dengan jumlah 60% atau ada 18 siswa. 


4. Penjelasan : Dari Pertanyaan Apakah Anda Suka Mencari Tambahan Sumber Pengetahuan Selain Dari Apa Yang Disampaikan Guru Saat Pembelajaran? Dari jumlah 30 siswa hanya ada 1 siswa atau 3,33% yang memilih sangat suka, kemudian 60% atau berjumlah 18 siswa yang suka mencari tambahan sumber pengetahuan dan ada 36,67% atau 11 siswa yang kurang suka dalam mencari tambahan sumber pengetahuan, dan 0% untuk yang sangat tidak suka. 

Jadi mayoritas siswa di SDN Sukaharja 03 suka dalam mencari tambahan sumber pengetahuan yakni ada 63,3% yang berjumlah 19 siswa.


5. Penjelasan : Dari Pertanyaan Apakah Anda Suka Mengerjakan Tugas Yang Diberikan Oleh Guru Dari Pembelajaran Daring ? Dari 30 siswa jumlah siswa yang sangat suka ada 16,67% atau ada 5 siswa, untuk yang suka ada 73,33% dengan jumlah 22 siswa, sedangkan yang kurang suka hanya ada 3 siswa atau 10%, dan 0 untuk yang sangat tidak suka. 

Jadi mayoritas siswa di SDN Sukaharja 03 siswa memilih suka mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dari pembelajaran daring dengan 90% atau berjumlah 27 siswa. 


6. Penjelasan : Dari Pertanyaan Diatas Apakah Anda Mendapat Nilai Rata-Rata Yang Baik Selama Melalui Sistem Pembelajaran Daring? Dari 30 siswa SDN Sukaharja 03 ada 6,67% atau 2 orang siswa yang mendapat nilai sangat baik, 73,33% atau 22 orang siswa yang mendapat nilai baik, dan ada 20% atau 6 siswa yang mendapat nilai tidak baik, untuk yang mendapat nilai sangat tidak baik tidak ada.

Jadi mayoritas siswa mendapatkan nilai baik dengan jumlah 24 siswa atau 80%.


7. Penjelasan : Dari Pertanyaan Apakah Orang Tua Anda Suka Membantu Anda Memahami Pelajaran Yang Tidak Bisa Anda Fahami Saat Pembelajaran Daring? Dari 30 siswa ada 9 siswa atau 30% yang orang tuanya sangat membantu, 60 % atau 18 siswa yang orang tuanya membantu, kemudian ada 6,67% atau sejumlah 2 siswa yang orang tuanya kurang membantu, dan bahkan ada 1 siswa atau 3,33% yang orang tuanya tidak membantu sama sekali. 

Jadi mayoritas siswa SDN Sukaharja 03 orang tuanya membantu memahami pelajaran yang tidak bisa dipahami oleh anaknya saat pelajaran daring dengan 90% atau sejumlah 27 siswa.









8.

        

Penjelasan : Dari Pertanyaan Terakhir Apakah Anda Suka Mencari Alternatif Media Lain Contohnya Youtube, Google Atau Ruang Guru Yang Dapat Membantu Anda Dalam Belajar? Dari 30 siswa SDN Sukaharja 03 ada 5 siswa atau 16,67% yang sangat suka, kemudian ada 50 % atau sejumlah 15 siswa yang suka mencari alternatif di media lain, dan ada juga yang kurang suka sejumlah 10 siswa atau 33,33%, tidak ada yang sangat tidak suka dalam mencari alternatif di media lain.

Jadi mayoritas siswa di SDN Sukaharja 03 suka dalam mencari alternatif di media lain contohnya di Youtube, Google atau bahkan di Ruang Guru dengan jumlah 20 siswa atau 66%.


KESIMPULAN

Sejak dulu sistem pembelajaran di Indonesia dilakukan secara tatap muka. Akan tetapi sejak pandemi covid-19 melanda, hal ini memaksa lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring atau online. Sistem pembelajaran daring yang diselenggarakan di SDN Sukaharja 03 mendapat respon yang baik dari siswanya, mayoritas siswa sekolah dasar tersebut merasa senang dengan sistem pembelajaran daring. Semua siswa memiliki alat komunikasi (gadget) yang digunakan untuk melancarkan kegiatan pembelajaran, meski ada beberapa yang masih menumpang/meminjam gadget orangtuanya. Meski materi pembelajaran disampaikan secara online akan tetapi hal ini tidak mengurangi kemampuan daya tangkap siswa untuk dapat memahami materi pembelajaran, mayoritas siswa masih dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh guru. Selain dari materi yang disampaikan oleh guru, siswa juga banyak yang mencari tambahan ilmu pengetahuan dari internet. Dalam hal tugas siswa juga hampir semua mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru setelah pembelajaran daring, meski ada beberapa siswa yang menyadari mereka masih kurang rajin dalam mengerjakan tugas sekolah. Sistem pembelajaran daring juga tidak mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa, karena sebagian besar siswa tetap mendapat nilai yang baik selama proses pembelajaran daring. Mayoritas orang tua siswa di rumah juga ikut andil dalam memberikan pengajaran kepada anaknya selama anaknya melaksanakan pembelajaran dirumah. Banyak siswa yang memanfaatkan platform lain sebagai alternatif sumber pembelajaran seperti YouTube, Google dan Ruang Guru.



DAFTAR PUSTAKA


Harnani, Sri. 2020. Efektivitas Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19. https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efektivitas-pembelajaran-daring-di-masa-pandemi-covid-19 . (diakses pada 27 Oktober 2020)

Ermayulis, Syafni. 2020. Penerapan Sistem Pembelajaran Daring dan Luring fi Tengah Pandemi Covid-19. https://www.stit-alkifayahriau.ac.id/penerapan-sistem-pembelajaran-daring-dan-luring-di-tengah-pandemi-covid-19/  (diakses pada 26 Oktober 2020)

http://eprints.uny.ac.id  (diakses pada 26 Oktober 2020)

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52153187 (diakses pada 29 Oktober 2020)

https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/01/202500365/virus-corona-efek-ke-sistem-pernapasan-gejala-dan-orang-paling-berisiko?page=all diakses pada 29 Oktober 2020)

Kurniawan, Asep. 2018. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 


penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA