Pages

JURNAL MANAJEMEN PENDiDIKAN ISLAM, MENINJAU MANAJEMEN KURIKULUM PADA EFEKTIFITAS PARA GURU DAN KBM SISWA PADA MASA PANDEMI









MENINJAU MANAJEMEN KURIKULUM PADA EFEKTIFITAS PARA GURU DAN KBM SISWA PADA MASA PANDEMI

Siti Azkia Qolbi, M. Haqqun naaziliin, Turipah, Sandi Sanjaya, Diky Nurfauzi, Jauharotul Maknunah Al-as’ari.

Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon

Abstrac

Within this pandemic all Indonesian education used online network. This study was intended to find out how the school authorities were reviewing the effectiveness of theacher and KMB student, that is to know the comparative gratification learn teching online during the pandemic, to know if on this online study is effective in SMK Al-Hidayah Cirebon. For research methods it uses unterviews observation method and to delve more data using existing data. 

Keywords : Cirriculum, curriculum strategy, online learning.

Abstrak

Dalam masa pandemi ini semua pendidikan di Indonesia menggunakan jaringan online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pihak sekolah meninjau efektifitas guru dan KBM siswa yakni,  untuk mengetahui perbandingan kepuasan belajar mengajar secara daring selama pandemi, untuk mengetahui apakah dalam pembelajaran daring ini efektif di SMK Al-Hidayah Cirebon. Untuk metode penelitian ini menggunakan metode observasi wawancara dan untuk menggali data lebih lanjut menggunakan data-data yang ada. 

Kata kunci : kurikulum, strategi kurikulum, pembelajaran daring

Pendahuluan

Kurikulum merupakan sebuah perangkat yang mana harus terdapat pada setiap lembaga pendidikan guna tercapainya proses dan juga tujuan daripada pembelajaran, maka dar itu perlu adanya manajemen kurikulum yang mana tujuannya adalah untuk mengatur dan mengelola kurikulum yang mana nanti akan diterapkan pada lembaga pendidikan tersebut. Selain daripada itu perlu adanya penrencanaan terlebih dahulu dalam mengelola sebuah kurikulum, yang mana dapat menerapkan prinsip manajemen yaitu POACE (Planing, Organizing, Actuating, Controlling, Evaluating).

Manajemen kurikulum adalah kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan (Wahyudin, 2020). Dalam masa pandemi Covid-19 ini tetntu merupakan sebuah tantangan terbaru bagi para kepala kurikulum yang mana harus dapat membuat perencanaan dan juga pelaksanaan dengan mempertimbangkan sekaligus menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Selain itu kinerja para guru dalam memberikan materi pembelajaran kepada para siswa pun harus dapat tersampaikan secara jelas sesuai dengan perencanaan kurikulum yang telah ditetapkan bersama, akan tetapi dalam masa pandemi seperti ini, kinerja guru menjadi sebuah permasalahan yang baru karena dapat menghambat sehingga membuat kinerja guru menjadi menurun.

Kinerja seorang guru dapat berpengaruh terhadap materi yang nanti akan disampaikan kepada para peserta didik, jika kinerja guru baik maka materi yang disampaikan pun akan baik pula akan tetapi jika kinerja guru menurut dalam membuat materi yang akan disampaikan dapat terhambat, metode dan solusi pun harus segera ditemukan demi menjaga kinerja guru agar tidak menurun, terlebih pada masa pandemi dimana bukan hanya para siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar akan tetapi para guru pun mengalami hal yang sama seperti kurangnya beradaptasi dengan metode ajar yang baru atapun masih banyak guru yang belum dapat memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada dalam menjalankan proses mengajar kepada siswa.

Metode Penelitian

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif. Menurut Denzin & Lincoln (1994) menyatakan bahwa penelitian kualtatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada (Anggito & Setiawan, 2018).

Model penelitian kualitatif mengacu pada permasalahan yang ada dengan pendekatan interpretif yang bersifat subjektif (narasumber).

Teknik Pengumpulan Data

Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik sebagai berikut:

Observasi

Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengamatan secara intens, berkesinambungan secara langsung dengan subjek peneliti. Selain itu, obervasi dilakukan melalui keterlibatan langsung peneliti dengan narasumber.

Wawancara

Wawancara dilakukan dengan mempersiapkan poko pertanyaan, dan terbuka terhadap pertanyaan lain yang berkembang ketika wawancara sedang berlangsug.

Studi Dokumen

Teknik ini dilakukan untuk mengumpulkan data dari sumber non-manusia yang berupa dokumen dan rekaman. Data yang dimaksud terkait dengan manajemen kurikulum.

Angket

Teknik ini digunakan untuk memperoleh data berupa kepuasan siswa terhadap KBM pada masa pandemi.

Hasil dan Pembahasan

Sistem pembelajaran yang dilakukan di SMK Al-Hidayah Kota Cirebon menggunakan sistem online, mengingat pandemic covid-19 yang belum terselesaikan, adapun karena lembaga tersebut adalah SMK yang mana lebih menekankan pada praktek karena untuk menjadikan lulusannya menjadi tenaga pekerja, maka alternatif yang digunakan oleh SMK Al-Hidayah Kota Cirebon yaitu dengan menggunakan video virtual yang berisi materi-materi praktek yang mana harus dapat dianalisis oleh para siswa. Kemudian dalam pengefektifan belajar guru dan para siswa SMK Al-Hidayah Kota Cirebon memanfaatkan google classroom dan juga Whatsapp Group tetapi tidak semua siswa melakukan KBM secara daring, adapun untuk siswa merasa sangat kesulitan diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan guru di sekolah dengan tetap mentaati protokol kesehatan.

Sistem pembelajaran daring yakni sistem pembelajaran tanpa bertatap muka secara langsung antara guru dan para siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah.

 Adapun kebijakan kurikulum yang diterapkan mempengaruhi KBM para siswa dan guru dan juga dalam penerapan kebijakan kurikulum ini terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok A, B, dan C.

Kurikulum darurat merupakan penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu pada Kurikulum 2013. Pada kurikulum darurat ini ada pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. Sehingga untuk fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya. 

Nadiem berkata, kurikulum darurat ini bisa mempermudah proses belajar mengajar saat masa pandemi.

Dampak bagi guru, tersedia acuan pada kurikulum yang ada, berkurangnya beban untu mengajar, guru dapat berfikus pada proses pembelajaran esensiakl dan konteksual, dan kesejahteraan psikologis guru meningkat.

Dampak bagi murid, siswa tidak terbebani oleh tuntutan menuntaskan semua capaian kurikulum dan berfokus pada pendidikan dan pembelajaran tersebut. 

Baca Juga : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

Dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum mengingat sedang terjadinya masa pandemi, terdapat beberapa kendala yang dialami salah satunya siswa yang merasa bosan ataupun bantuan kuota internet yang belum datang sehingga membuat para guru ataupun siswa mengalami sedikit kesulitan dalam pelaksanaan KBM. Selanjutnya korelasi antara visi dan misi SMK Al-Hidayah dengan kurikulum yang diterapkan pada masa pandemi yaitu mengingat lembaga tersebut berbasis pesantren maka dari itu kurikulum yang diterapkan menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi dengan tidak mengurangi, akan tetapi merubah sistem yang diterapkan yaitu pada waktu pembelajaran yang dipadatkan sampai pukul 13.00, adapun untuk para siswa jika ingin berkonsultasi pada guru diperbolehkan sampai pukul 21.00 WIB.

                Kinerja Guru pada saat pandemi 

Di SMK Al-Hidayah masih mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti peraturan wali kota yang mana pembelajaran masih dilakukan melalui PJJ atau daring. Ppj sendiri ada dua 1) Daring (dalam jaringan), 2) Luring (luar jaringan).

Luring itu ada semacam tatap muka namun siswa itu nanti datang untuk mengambil tugas, dan menyerahkan tugas. Pengawasan kinerja guru kami tidak bisa mengawasi satu persatu guru-guru yang jelas,semua aktifitas pembelajaran ada yaitu di dalam jaringan. Setiap siswa yang di tanyakan seperti banyaknya tugas dan lain sebagaina, berarti adanya aktifitas pembelajaran siswa. Setiap pembelajaran ada jadwalnya satu minggu 30% kehadiran guru. Karena kondisi seperti ini guru tidak 100% ada di semua di sekolah tetapi hanya sebagian saja dan itu juga bergantian. Jadi pembelajaran di Smk Al-Hidayah masih berjalan dengan lancar.

Entisitas pembelajaran tetap berjalan karena kita tidak melihat secara langsung tetapi setiap pembelajaran selalu di awasi oleh guru mata pelajarannya, memberikan materi. Dengan mengikuti peraturan yang sudah di tetapkan oleh sekolah. Upaya untuk meningkatkan kinerja guru, selalu di beri semangat dan juga harus sabra dengan konsisi seperti sekarang, karena ini suatu cobaan dari Alla SWT. Tidak tau sampai kapan berakhir, yang diharapkan tahun depan bisa melakukan pembelajaran ofline atau tatap muka seperti biasa. 

Baca Juga : jurnal manajemen pendidikan islam, perbandingan implementasi kurikulum dimasa pandemi dan sebelum pandemi


Kesimpulan dan Saran

Dalam masa pandemi covid-19 tentu membuat dunia pendidikan menjadi terkena efeknya, yaitu memaksa pada lembaga-lembaga yang ada di Indoneisa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (online). Ini juga yang terjadi pada salah satu sekolah menengah kejuruan di kota Cirebon, yaitu SMK Al-Hidayah Kota Cirebon yang mana menjadi tantangan besar karena mengingat SMK harus menekankan pada praktek dalam pembelajarannya karena untuk menjadikan lulusannya sebagai orang yang siap kerja. Dengan sistem pembelajaran online yang dilakukan di SMK Al-Hidayah Kota Cirebon yang mana menggunakan media google classroom dan juga WhatsApp Group dan juga memaksimalkan pembelajaran, adapun dalam pembelajaran yang mengharuskan untuk praktek para siswa akan diberikan video pembelajaran oleh guru yang bersangkutan agar dapat dianalisis oleh para siswanya.

Kemudia mengingat kendala yang dialam yaitu masalah kuota internet yang mana ini mungkin dirasakan pula oleh sekolah-sekolah yang melakukan sistem daring yang ada di Indonesia, maka dari itu saran yang ingin disampaikan lebih pada sistem pemberian kuota yang harus lebih jelas dengan persyaratan yang tidak terlalu merumitkan, juga peran orangtua yang harus lebih memperhatikan para anak-anaknya dalam belajar karena masa pandemi seperti ini kerjasama antar guru dan orangtua sangat diperluka demi tercapainya pembelajaran.


Daftar Rujukan


Anggito , A., & Setiawan, J. (2018). MEODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF. Sukabumi: CV Jejak.

Octavia, S. A. (2019). Sikap dan Kinerja Guru Profesional. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Subioyono, Rofiq, Z., & Hariono, A. (2018). Hypno-NLP Dalam Proses Belajar Mengajar (Pemanfaatan Potensi Otak Kanan Alam Bawah Sadar dan Gelombang Otak). Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Suhelayanti, Aziz, M. R., Sari, D. C., Safitri, M., Saputra, S., Purba, S., . . . Simarmata, J. (2020). Manajemen Pendidikan. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Sunanto, A. (2016). Manajemen Peningkatan Kinerja Guru Konsep, Strategi, dan Implementasinya. Jakarta: Prenada Media.

Wahyudin, U. R. (2020). MANAJEMEN PENDIDIKAN (TEORI DAN PRAKTIK PENYELENGGARAAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL). Yogyakarta: DEEPUBLISH.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/08/07/193233571/ini-penjelasan-lengkap-mendikbud-mengenai-kurikulum-darurat?page=all. 

penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "JURNAL MANAJEMEN PENDiDIKAN ISLAM, MENINJAU MANAJEMEN KURIKULUM PADA EFEKTIFITAS PARA GURU DAN KBM SISWA PADA MASA PANDEMI"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA