Pages

Jurnal pendidikan Kel 4 (Perbandingan implementasi Kurikulum darurat dimasa pandemi dan sebelum pandemi)

 


 



Manageria: Jurnal Management Pendidikan Islam

 

 









PERBANDINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM SEBELUM DAN PADA SAAT PANDEMI

Mohammad Zaki Hafidz, Nazli Alida Pratama, Cecep M Ramdan, Oom Siti Nurrohmah, Naufal Aji M

Zakihafidz2000@gmail.com, Nazlialida@gmail.com, Muhammadramdan047@gmail.com, nopalajim@gmail.com, oomsitinurohmah0@gmail.com,

Institut Agama Islam  Negeri Syekh Nurjati Cirebon

Abstract

The research objectives were (1) to determine the comparison of curriculum implementation before the pandemic and during the pandemic period (2) to determine the comparison of student satisfaction with the implementation of the 2013 curriculum (emergency) during the pandemic (3) to determine whether the use of the curriculum during the pandemic was effective or not at SMKN 1 Cirebon. The research method used is survey research with a quantitative research approach. Meanwhile, the data collection techniques were using questionnaires, deep interview and literature study. The sample in the study amounted to 55 students. Based on the results of research at SMKN 1 CIREBON, it can be concluded that the comparison of the curriculum before the pandemic and during the pandemic can be said to be not much different. The 2013 curriculum (Emergency) at the time of the pandemic put forward the essential KD (Basic Competence), the core KD in each subject. Schools only simplify the curriculum according to school conditions and student conditions.

Keywords: Pre-Pandemic Curriculum, SMKN 1 CIREBON, Curriculum during the pandemic

Abstrak

Tujuan  penelitian adalah (1) untuk mengetahui perbandingan implementasi kurikulum sebelum pandemic dan pada masa pandemic (2) untuk mengetahui perbandingan kepuasan siswa terhadap pengimplementasian kurikulum 2013 (darurat) kepada siswa pada masa pandemi (3) untuk mengetahui apakah penggunaan kurikulum pada masa pandemic ini efektif atau tidak di SMKN 1 Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan penyebaran angket, observasi dan studi kepustakaan. Sample  dalam penelitian berjumlah 55 siswa. Berdasarkan hasil penelitian di SMKN 1 CIREBON dapat disimpulkan bahwa perbandingan kurikulum sebelum pandemic dan pada saat pandemic ini dapat dikatakan tidak jauh berbeda. Kurikulum 2013 (Darurat) pada saat pandemic lebih mengedepankan KD (Kompetensi Dasar) yang esensial, KD inti yang ada pada masing-masing mata pelajaran. Sekolah hanya melakukan penyederhanaan kurikulum disesuai dengan kondisi sekolah dan kondisi siswa.

Kata Kunci: Kurikulum Sebelum Pandemi, SMKN 1 CIREBON, Kurikulum pada saat pandemic

Pendahuluan

Pandemic covid-19 merupakan musibah yang memilukan bagi penduduk bumi. Seluruh tatanan kehidupan menjadi terganggu tanpa terkecuali dunia pendidikan.dengan adanya pandemic covid-19, sekolah dan perguruan tinggi mengambil keputusan untuk menutup sekolah . ini semua dilakukan guna memutus mata rantai penuluran covid-19.

Kementrian Pendidikan dibawah Kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim, mendengungkan semangat peningkatan produktivitas bagi siswa untuk mengangkat peluang kerja ketika lulusan sebuah sekolah. Namun dengan adanya wabah Covid-19 yang sangat mendadak, maka dunia pendidikan Indonesia perlu mengikuti alur yang sekiranya dapat menolong kondisi sekolah dalam keadaan darurat. Kemudian Kemendikbudmenerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.Kurikulum dalam kondisi pandemi yang biasa disebut dengan kurikulum darurat dapat diubaholeh masing-masing sekolah dengan menyederhanakan kurikulum sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan siswa tetapi tetap berpacu pada kurikulum 2013. [1]

Kurikulum merupakan faktor penting dalam proses pendidikan. Di dalam kurikulum tergambar secara jelas dan terencana bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu kurikulum didesain berdasarkan pada pemenuhan kebutuhan peserta didik dan isinya terdiri dari pengalaman yang sudah teruji kebenarannya, pengalaman yang edukatif, eksperimental dan adanya susunan yang teratur.Namun pada kenyataannya kurikulum darurat ini dalam pengimplementasiannya masih belum maksimal, karena proses ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji.

baca juga: MENINJAU MANAJEMEN KURIKULUM PADA EFEKTIFITAS PARA GURU DAN KBM SISWA PADA MASA PANDEMI

Melalui pendekatan survey kuantitatif dengan penggalian data diperoleh dari interview dan membagikan angket kepada para siswa di SMKN 1  Cirebon. Oleh karena itu penulis akan menguraikan secara detai tentang proses pelaksanaan kurikulum darurat sebagai perbandingan implementasi kurikulum sebelum pandemi dan pada saat pandemi.

Metode Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey. Penelitian kuantitatif merupakan suatu penelitian yang dalam penggalian datanya menggunakan data kuantitatif sehingga analisis kuantitatif atau menggunakan statistic matematis.[2]

2. Teknik Pengumpulan Data

Sedangkan metode penelitian survey merupakan metode penelitian yang dilaksanakan pada sampel dari suatu populasi baik secara besar maupun kecil. Dari penelitian ini ditemukan kejadian yang relative, distribusi dan hubungan antar variable. Penelitian survey ini untuk mengetahui tentang kepuasan para siswa terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 (darurat) pada masa pandemi. [3]

a.         Penyebaran Angket

Angket atau kuesioner adalah alat pengumpulan data yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Dalam situasi dan kondisi pandemi ini tidak memungkinkan untuk penulis menyebarkan angket secara langsung kepada siswa. Maka penulis menyebarkannya lewat online dengan media googleform.Penulis mengambil sampel siswa kelas 11 dan 12 jurusan RPL dan TKR di SMKN 1 Cirebon. Dari hasil angket yang kami sebar terdapat 55 tanggapan dari siswa dengan jawaban responden berupa pilihan alternatif yaitu : Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju.

b.         Wawancara Mendalam (Depth Interview)

Wawancara mendalam apabila dilakukan peneliti dan responden bertatap muka secara langsung. Peneliti melakukan penggalian data secara mendalam dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara terbuka terhadap responden. Peneliti melakukan wawancara mendalam kepada bapak selaku waka bagian kurikulum di SMKN 1 Cirebon.

Baca Jurnal lain: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

c.          Studi Kepustakaan

Peneliti menggali data dengan cara mempelajari dan membaca literatur yang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi objek penelitian yaitu dengan membaca buku, dan membuka jurnal-jurnal di internet yang terkait dengan materi dari peneliti.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Pengertian Kurikulum

Kurikulum yang dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 19 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta moetode yang digunakan sebagai penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. [4] Dalam suatu kondisi khusus pada saat pandemi covid-19 ini satuan pendidikin negara Indonesia menerapkan kurikulum darurat. Apa itu kurikulum darurat ? Kurikulum darurat yaitu merupakan kurikulum yang dirancang dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memandang rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 3 opsi terkait pelaksanaan kurikulum ditengah pandemi covid-19 yakni tetap mengacu pada kurikulum nasional 2013, menggunakan kurikulum darurat, dan melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

 

 

 

 

2. Perbandingan kurikulum sebelum pandemi dan pada saat pandemi

Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 (Darurat) Pada Masa Pandemi

Kurikulum dibuat oleh KEMENDIKBUD

Kurikulum dibuat oleh sekolah

RPP dibuat oleh KEMENDIKBUD

RPP disederhanakan oleh sekolah

Peserta didik wajib mencapai KI dan KD

KI dan KD yang esensial saja yang diajarkan

Pembelajaran dilakukan tatap muka secara langsung

Pembelajaran dilakukan dari rumah dengan media jaringan

Siswa dituntut untuk efektif, psikomotor, dan kognitif

Siswa lebih ditekankan pada nilai karakter, akhlak, dan mandiri

 

3. Kelebihan dan Kekurangan Kurikululum sebelum pandemi dan pada saat pandemi

Kelebihan Kurikulum 2013

Kekurangan Kurikulum 2013

Pada Kurikulum 2013 ini siswa lebih ditekankan untuk berfikir kreatif, inovatif, cepat tanggap, dan juga melatih keberanian siswa

Untuk pelaksanaan kurikulum banyak guru yang belum siap menerapkan kurikulum 2013 karena guru dituntut untuk kreatif sedangkan tidak semua guru kreatif

Adanya penilaian dari semua aspek. Penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai ujian saja, tetapi juga didapat dari nilai religius,  kesopanan, praktek, sikap dll

Kurangnya keterlibatan guru oleh pemerintah

 

Kelebihan Kurikulum 2013 (Darurat)

Kekurangan Kurikulum 2013 (Darurat)

Pada kurikulum 2013 (darurat) materi pembelajaran tetap dapat disampaikan walaupun tidak seluruh materi disampaikan oleh guru

Pada kurikulum 2013 (darurat) tidak semua kompetensi dasar (KD) diajarkan hanya kompetensi esensial yang disampaikan.

Siswa ditekankan pada nilai karakter, akhlak, dan mandiri.

Siswa jenuh dengan penerapan kurikulum 2013 dengan media pembelajaran secara online

 

4. Implementasi Kurikulum 2013 Pada Saat Pandemi di SMK N 1 Cirebon

    Pendidikan adalah aspek yang sangat pentng untuk membangun masa depan. Oleh sebab itu, pendidikan berperan mensosialisasikan kompetensi baru kepada mereka agar dapat mengantisipasi tuntunan yang senantiasa berkembang. Pada dasarnya pendidikan dilaksanakan untuk merespon tuntunan masyarakat. Pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan mengenai agama islam, namun yang lebih penting lagi adalah menanamkan keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia serta pola fikir yang sejalan dengan nilai-nilai mata pelajaran islam.[5] Kurikulum adalah suatu aturan yang didalamnya mengatur mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

    Dalam kondisi pandemi ini pasti dunia pendidikan merasakan dampak dari adanya covid-19 tersebut. Maka dari itu SMKN 1 Cirebon tempat kami peneletian ini menerapkan Kurikulum 2013 Darurat yang sebelumnya sudah diputuskan oleh Kemendikbud. Kurikulum 2013 Darurat secara umum menerapkan pola pembelajaran yang mengedepankan protokol kesehatan dengan istilah akademik disebut “adaptasi kebiasaan baru” dan penerapannya tersebut bisa dikatakan relatif, karena sekolah masih belum melihat hasil dari penerapannya. Kurikulum 2013 Darurat ini dibuat langsung oleh pihak sekolah dengan melihat kodisi dari para siswa dan disesuaikan dengan ketersediaan atau kesiapan sarana prasarana yang ada disekolah terkait dengan pembalajaran daring (dalam jaringan) dan during (luar jaringan). Dalam penggunaanya, bukan mengalami perubahan pada substansinya tetapi penyesuaian yang disesuaikan dengan masa pembelajaran, materi pembelajaran dan ketersediaan bahan ajar. Dalam penerapan kurikulum darurat ini pasti memiliki perbedaan kurikulum pada sebelum dan saat pandemi yakni perbedaan dalam pola pembelajarannya. Kurikulum 2013 (darurat) lebih mengedepankan Kompetensi Dasar (KD) Substansial yang efensial disampaikan, Kompetensi Dasar (KD) yang tidak esensial bukan berarti tidak disampaikan tetapi lebih dikatakan ditunda. Karena keterbatasan pola pembelajaran yang lebih banyak mengedepankan kompetensi dasar yang esensial, kompetensi-kompetensi tersebut mungkin terjadi disetiap mata pelajaran. Dalam penerapan kurikulum darurat ini juga mempunyai kelebihan dan kelebihan tersendiri. Untuk kekurangan penerapan kurikulum darurat ini adalah tidak semua kompetensi diajarkan hanya kompetensi esensial yang disampaikan. Sedangkan kelebihan dari penerapan kurikulum darurat ini adalah materi pembelajaran tetap dapat disampaikan walaupun tidak seluruh materi disampaikan oleh guru. Bisa kita bayangkan jika pihak sekolah mau memaksakan adanya kegiatan belajar mengajar  secara tatap muka tidak mungkin diselenggarakan di sekolah sedangkan jumlah siswanya diatas 2.500 siswa, sementara yang diperbolehkan hanya 25% itupun jika mau mengadakan secara tatap muka sudah dianggap terlalu besar sehingga kita tetap menggunakan model pembelajaran secara daring. Adapun untuk kompetensi dasar yang belum tersampaikan, akan disampaikan di tahun ajaran berikutnya, yaitu dengan memasukkan materi tersebut ke kompetensi dasar yang sesuai atau berkaitan dengan kompetensi dasar yang belum tersampaikan.

    Dalam penerapan kurikulum darurat ini tentu sebelumnya pihak sekolah mengadakan pelatihan khusus bagi guru dan wali kelas. Untuk guru arahnya dalam pembuatan media pembelajaran dan pembuatan administrasi pembelajaran. Sedangkan wali kelas diarahkan dalam penggunaan google classroom setiap wali kelas bertugas menjadi host, dia memanggil guru yang akan mengajar dan juga dia memanggil para siswa sebagai binaannya. Kenapa tidak menggunakan LMS yang terorganisasir, yang terintegrasi dalam satu sekolah ini. Karena pihak sekolah jika menggunakan LMS itu memiliki keterbatasan dari sumber dana dan sumber daya, maka dari itu sekolah mengantisipasi agar pembelajaran dapat berjalan tetapi dengan anggaran yang seefektif mungkin. Ditetapkannya kurikulum 2013 darurat pasti berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan pembuatan RPP bagi guru. Dalam penerapan kurikulum darurat ini RRP pasti dirubah karena mengikuti kebijakan dari kemendikbud yakni menyederhanakan RPP menjadi 1 lembar untuk semua mata pelajaran. Dimana hal tersebut yang terpenting memuat identitas, memuat tujuan, memuat kegiatan pembelajaran dan memuat evaluasi. 4 point tersebut diutamakan beda dengan RPP yang lama karena RPP yang lama itu lebih lengkap seluruh isi dari materi pembelajaran dan itu semuanya tersampaikan serta tercantum dalam RPP itu. Dalam kegiatan pembelajaran daring didalam materi RPP 1 lembar yang sesuai dengan kebijakan kemendikbud kita ikuti lebih sederhana tetapi tetap tidak mengurangi arti dari sebuah pembelajaran itu sendiri. Dengan melihat kondisi darurat sekarang dan adanya keputusan dari satgas covid dan pemerintah maka otomatis kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya diadakan secara tatap muka diganti dengan secara daring. Kegiatan belajar mengajar secara daring pasti berpengaruh tehadap psikology siswa, karena siswa jika terlalu lama di depan layar komputer atau hp maka pasti mengalami titik jenuh dan kehilangan fokus karena ngantuk atau sebagainya sehingga mengabaikan dalam penyampaian materi oleh guru serta dalam pengerjaan tugas. Maka peran gurulah yang paling dekat dan bertanggung jawab penuh terhadap para siswa di sekolah, sehingga guru menjadi actor terpenting dalam penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif bagi peningkatan hasil belajar siswa. Dengan kata lain, guru akan mempunyai porsi terbesar dalam memberikan kontribusinya terhadap kualitas pendidikan.[6] Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan dengan secara daring melalui google classroom, karena google classroom merupakan aplikasi yang sederhana, mudah diaplikasikan dan faimiliar dengan siswa dan guru. Untuk aplikasi pendukung lainnya melalui Whats App dan Telegram, jika memiliki keinginan untuk virtual melalui Google Meet dan Zoom Meet. Disamping itu guru juga menyiapkan video pembelajaran untuk materi yang bersifat praktek.

    Sikap Kepala Sekolah mengenai rencana mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ketika daerahnya zona biru, dari hail rapat bersama orang tua siswa banyak mengendaki adanya kegiata pembelajaran secara tatap muka terutama dalam pembelajaran praktek. Dan kepala sekolah memberikan kebijakan yang bersifat materi tetap diadakan secara daring, sementara untuk pembelajaran yang bersifat praktek belum mempunyai izin dari Satgas Covid Tingkat Kecamatan, dan pastinya jika sudah mendapatkan izin pihak sekolah sudah menginventarisir jadwal pembelajaran praktek semua jurusan dan menginventarisir guru yang akan di praktekan dipilih dari sebagian pembelajaran yang sangat penting dan waktu pembelajaran hanya dilakukan siswa maksimal dua pertemuan dalam sebulan serta saat pembelajaran praktek harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Dalam kegiatan pembelajaran daring juga banyak dari siswa menyampaikan keluhan terhadap sekolah terutama pada siswa kelas 10, karena kelas 10 masih dalam tahapan transisi dari tingkat SLTP ke SLTA dan juga belum memahami sepenuhnya orientasi dari kompetensi-kompetensi yang diajarkan di sekolah sehingga mengakibatkan kesenjangan pemahaman kompetensi yang kaitannya dengan mata pelajaran dasar kejuruan. Dalam penerapan kurikulum 2013 darurat tentunya pihak sekolah belum bisa menyimpulkan apakah membawa hasil yang baik atau tidak. Karena  masih belum satu periode (3 tahun), jika sudah berhasil melewati satu priode maka pihak sekolah akan mengetahui dampak dari penerapan kurikulum darurat. Untuk potret sementara dari hasil pembelajaran kurikulum yang sekarang belum bisa dikatakan secara optimal mewadahi seluruh tujuan materi pelajaran yang diharapkan karena dalam masa pandemi ada keterbatasan tersendiri dari pihak sekolah walaupun sudah ada solusi tetapi solusi itu juga tetap ada dampak atau datang masalah yang baru.

Simpulan

            Pada masa pandemic covid-19 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 3 opsi terkait pelaksanaan kurikulumyakni tetap mengacu pada kurikulum nasional 2013, menggunakan kurikulum darurat, dan melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Adapun di SMKN 1 Cirebon ini menggunakan kurikulum darurat yakni dengan lebih mengedepankan Kompetensi Dasar (KD) yang esensial dan penyederhanaan RPP menjadi 1 lembar saja. Penerapan kurikulum darurat ini juga masih memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Namun, disamping kekurangan dan kelebihan tersebut, pihak sekolah telah melaksanakan kukirulum darurat ini dengan cukup baik. Sebelumnya pihak sekolah telah mempersiapkan untuk pembelajaran daring ini yaitu dengan melaksankan pelatihan bagi guru dan wali kelas. Sehingga guru masih dapat menyampaikan materi dengan baik, baik melalui mediazoom, google classroom, dan lainnya maupun melalui media pembelajaran video. Siswa pun masih dapat melakukan praktikum meskipun hanya dilakukan siswa maksimal 2 pertemuan dalam satu bulan. Mengeingat bahwa praktikum merupakan pembelajaran yang sangat penting bagi siswa SMK yang akan melanjutkan untuk kerja maupun melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

 

Rekomendasi

            Sekarang ini banyak sekali kejadian yang tidak terduga menimpa kita semua, seperti pandemic covid-19 ini. Karena dengan adanya pandemic covid-19 ini banyak sekali yang merasakan dampaknya, khususnya dalam bidang pendidikan. Melihat masih banyaknya sekolah-sekolah yang tidak siap untuk melakukan pembelajaran secara daring dan banyaknya orang tua yang kebingungan karena tidak mengerti dengan teknologi yang digunakan untuk pembelajaran daring. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan haruslah siap dengan kondisi seperti ini. Di samping itu, semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan diskusi dan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pembelajaran secara daring. Hal tersebut supaya pendidikan di Indonesia mampu lebih baik lagi dan lebih siap dalam pembelajaran secara daring, baik itu bagi sekolah-sekolah, orang tua siswa dan siswa itu sendiri.

 

 

 

Daftar Rujukan

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/08/kemendikbud-terbitkan-kurikulum-darurat-pada-satuan-pendidikan-dalam-kondisi-khusus diunduh pada Sabtu, 31 Oktober 2020 Pukul 13.53

(Catherine M. Castellan “Quantitative and Qualitative Research: A View For Clarity” dalam international Journal of Education. Las Vegas: 2010)

 

Kurniawan, Asep. Metodologi Penelitian Pendidikan . Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2018

 

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78

 

Frimayanti, Ade Imelda. “Impelementasi Pendidikan Nilai dalam Pendidikan Agama Islam”. Al-Tadzkiyyah : Jurnal Pendidikan Islam, 2017

 

A. Madani, Rehaf. “Analisis Of Educational Quality, a Goal Of Education for All Policy”, Higher Education Studies, 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[2]  (Catherine M. Castellan “Quantitative and Qualitative Research: A View For Clarity” dalam international Journal of Education. Las Vegas: 2010)

[3] Asep Kurniawan, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018), hlm. 18

[4] Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78

[5] Ade Imelda Frimayanti, 2017. “Impelementasi Pendidikan Nilai dalam Pendidikan Agama Islam”. Al-Tadzkiyyah : Jurnal Pendidikan Islam, 8 (2), 227-245

[6] Rehaf A. Madani, 2018. “Analisis Of Educational Quality, a Goal Of Education for All Policy”, Higher Education Studies, 9 (1), hal. 100

penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "Jurnal pendidikan Kel 4 (Perbandingan implementasi Kurikulum darurat dimasa pandemi dan sebelum pandemi)"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA