Pages

Budaya Keselamatan dan keamanan laboratorium




 سم الله ا لر حمن ا لر حيم

Segala puji bagi Allah ‘Azza Wa Jalla, yang telah menciptakan api sebagai sumber kehangatan, yang telah menjadikan air sebagai sumber kehidupan, yang telah menjadikan angin sebagai pembawa kesejukan,yang telah menjadikan pohon-pohon sebagai pemberi kerindarangan, yang telah menjadikan bumi sebagai pijakan, yang telah menjadikan langit sebagai atap kehidupan, yang telah menjadikan semesta sebagai alas berputarnya rembulan, yang telah menjadikan bintang-bintang sebagai cahaya di waktu malam nan terang benderang, yang telah menjadikan akal sebagai pedoman dalam bermu’alamalah dan beribadah, yang telah menjadikan para nabi, rasul,dan auliya’ sebagai tauladan berakhlakul karimah, dan yang telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai menyempurnakan hukum dan akidah berdasarkan Al-Qur’an risalatut tamimah juga sebagai pencerah dari zaman jahilliyah, dan juga sebagai ‘uswatun hasanah, maka Sholawat serta salam marilah kita haturkan pada beliau agar syafa’atnya senatiasa menyertai kita hingga Yaumul Qiyamah nanti, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin....



Cirebon, 13 September 2020


Penulis




Daftar Isi

KATA PENGANTAR 2

BAB I 4

PENDAHULUAN 4

A. Latar Belakang 4

B. Rumusan Masalah 4

C. Tujuan 4

BAB II 5

PEMBAHASAN 5

1. Keselamatan dan Keamanan Kerja di Laboratorium 5

2. Budaya Keselamatan dan Keamanan Kerja 6

BAB III 11

KESIMPULAN 11

DAFTAR PUSTAKA 12












BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pengelolaan laboratorium (Laboratory management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium. Bagaimana suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat –alat laboratorium yang canggih, dengan staf professional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang baik. Oleh karena itu, manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium. Suatu manajemen laboratorium yang baik, memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efisien, disiplin, dan administrasi yang baik pula.

Secara umum, manajemen sering didefenisikan sebagai “Getting things done through other people–menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain “.Telah disebutkan berkali –kali bahwa supervisor merupakan manajer lini terdepan yang melaksanakan pekerjaan manajemen untuk merencanakan, mengorganisir, mengeksekusi rencana, serta mengendalikan dan mengontrol proses pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.

Rumusan Masalah

Apa maksud Keselamatan dan Keamanan Kerja di Laboratorium?

Bagaimana Budaya Keselamatan dan Keamanan Kerja?

Tujuan

Untuk mengetahui apa maksud Keselamatan dan Keamanan Kerja di Laboratorium

Untuk mengetahui bagaimana Budaya Keselamatan dan Keamanan Kerja

BAB II

PEMBAHASAN

Keselamatan dan Keamanan Kerja di Laboratorium

Sebagian besar bahan kimia yang saat ini dihasilkan dan digunakan adalah bahan yang bermanfaat, tetapi sebagian juga berpotensi merusak kesehatan manusia, lingkungan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan kimia. Lembaga harus menyadari potensi penyalahgunaan secara tidak sengaja dan sengaja seperti terorisme atau perdagangan obatobatan ilegal. Laboratorium menghadapi sejumlah ancaman, termasuk pencurian informasi sensitif, peralatan bernilai tinggi, dan bahan kimia dengan “penggunaan ganda” yang mungkin digunakan sebagai senjata. Penyelamatan dan pengamanan bahan kimia bisa mengurangi risiko-risiko ini. Budaya baru yang berisi kesadaran keselamatan dan keamanan, akuntabilitas, penataan, dan pendidikan telah berkembang di seluruh dunia di laboratorium milik industri kimia, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Laboratorium telah mengembangkan prosedur dan peralatan khusus untuk menangani dan mengelola bahan kimia secara selamat dan aman. Pengembangan “budaya keselamatan dan keamanan” menghasilkan laboratorium yang aman dan sehat bagi lingkungan tempat kita mengajar, belajar, dan bekerja. 

Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh seluruh personel yang bekerja di laboratorium, baik sebagai pengelola, penguji, laboran, petugas gudang reagen/media, maupun petugas kebersihan. Bekerja di laboratorium dengan nyamandan aman akan mempengaruhi kelancaran aktivitas kerja. Untuk itu kita sedapat mungkin harus menghindari terjadinya kecelakaan kerja, karena kecelakaan kerja di laboratorium dapat menimbulkan kerugian materi dan korban manusia. Kecelakaan kerja di laboratorium memang bukanlah kejadian yang disengaja, tetapi terjadi akibat kelalaian diri sendiri dan orang lain. Artinya, semua pihak sangat berperan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja.

Budaya Keselamatan dan Keamanan Kerja 

LaboratoriumTerbentuknya budaya keselamatan dan keamanan bergantung pada pemahaman bahwa kesejahteraan dan keamanan tiap orang tergantung pada kerjasama tim dan tanggung jawab masing-masing anggota. Budaya keselamatan dan keamanan harus dimiliki setiap orang, tidak hanya harapan dari luar yang didorong oleh peraturan lembaga. Laboratorium akademik dan pengajaran memiliki tanggung jawab unik untuk menanamkan sikap kesadaran keselamatan 

dan keamanan dan praktik laboratorium yang bijak sepanjang hayat.

Praktik yang aman harus dijadikan prioritas utama pengajaran di laboratorium akademik. Memupuk kebiasaan dasar berperilaku bijak adalah komponen yang sangat penting dari pendidikan kimia di setiap level dan tetap penting sepanjang karier kimiawan. Dengan mempromosikan keselamatan selama bertahun-tahun mengajar di tingkat sarjana dan pasca sarjana, staf pengajar tidak hanya memberi pengaruh pada siswa, tetapi juga setiap orang yang akan bekerja di lingkungan yang sama di masa mendatang. Program keselamatan dan keamanan yang sukses memerlukankomitmen dari semua orang yang bekerja di lembaga setiap hari. Semua orang di semua tingkat harus memahami pentingnya meniadakan risiko di laboratorium dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan ini. Pimpinan lembaga memiliki kekuatan dan kewenangan terbesar, sehingga paling bertanggung jawab untuk mengembangkan budaya keselamatan dan keamanan.

Keselamatan dan keamanan laboratorium mensyaratkan adanya peraturan dan program wajib, komitmen terhadap keduanya, dan adanya konsekuensi jika aturan-aturan dan harapan itu tidak dipenuhi. Lembaga memerlukan struktur administrasi dan dukungan yang terbangun kokoh yang tidak hanya berasal dari laboratorium, tetapi juga lembaga itu sendiri. Tanggung jawab keselamatan dan keamanan sepenuhnya bergantung pada kepala lembaga dan satuan pelaksananya. Pegawai lain yang bertanggung jawab memelihara lingkungan laboratorium yang selamat dan aman antara lain:

Kantor Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan

Kantor ini mestinya dijalankan oleh staf pakar bidang keamanan kimia, teknik, kedokteran kerja, pengamanan kebakaran, toksikologi, atau bidang lain. Kantor kesehatan, keselamatan dan lingkungan ini paling efektif jika saling bermitra dengan semua kepala atau direktur departemen, kepala investigator atau manajer, dan pegawai laboratorium. Kantor ini seharusnya membantu merancang program keselamatan dan keamanan yang memberikan panduan teknis dan dukungan pelatihan yang sesuai dengan kerja laboratorium, yang mudah dilaksanakan, dan sesuai dengan undang-undang serta standar dasar keselamatan dan keamanan.

Petugas Keselamatan dan Keamanan Kimia (CSSO)

CSSO menetapkan upaya bersama untuk manajemen keselamatan dan keamanan dan memberikan panduan kepada semua orang di semua tingkat pada lembaga. CSSO harus dibekali pengetahuan, tanggung jawab, dan kewenangan untuk mengembangkan dan menegakkan sistem manajemen keselamatan dan keamanan yang efektif.

Manajer, Supervisor, dan Asisten PraktikumSelain CSSO, tanggungjawab langsung manajemen program keselamatan laboratorium biasanya berada pada manajer laboratorium. Dalam praktikum, instruktur laboratorium bertanggung jawab secara langsung atas segala tindakan yang dilakukan para siswanya. Instruktur harus mendorong budaya keselamatan dan keamanan dan mengajarkan kemampuan yang diperlukan oleh siswa dan pegawai lain tentang cara menangani bahan kimia dengan aman.

Siswa dan Staff Laboratorium

Meskipun mereka dipandu oleh pimpinan lembaga, siswa dan pegawai laboratorium lainnya bertanggung jawab secara langsung untuk bekerja dengan aman dan menjaga bahan kimia yang mereka gunakan. Semua orang yang bekerja di laboratorium, siswa atau pegawai, harus mematuhi semua protokol keselamatan dan keamanan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

Tanggung jawab keselamatan dan keamanan Laboratorium 

Individu dalam laboratorium memiliki beragam peran dan tanggung jawab untuk membangun dan memelihara praktik yang selamat dan aman. Menjadi teladan adalah metode terbaik bagi orang-orang di semua tingkatan untuk menunjukkan komitmen mereka.

Pimpinan

Tanggung jawab keselamatan dan keamanan sepenuhnya bergantung pada kepala lembaga dan satuan pelaksananya. Dalam beberapa kasus, pimpinan lembaga bisa jadi memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan lingkungan kerja yang amandan selamat. Pimpinan juga bisa membuat perbedaan dalam meyakinkan pekerja untuk mematuhi program keselamatan dan keamanan. Pekerja bahkan akan mengabaikan program yang dirancang dengan baik jika manajemen puncak mengabaikannya.

Komite Pengawas Keselamatan dan Keamanan (CSSO)

Setiap lembaga harus menunjuk petugas keselamatan dan keamanan (CSSO) . CSSO membangun dan mendukung upaya bersama untuk mengelola keselamatandan memberikan panduan kepada orang di semua tingkatan. CSSO harus dibekali pengetahuan, tanggung jawab, dan kewenangan untuk mengembangkan dan menegakkan sistem manajemen keselamatan dan keamanan yang efektif. Posisi ini bisa dijabat lebih dari satu orang dan berbagi tanggung jawab jika diperlukan.

Cara Menerapkan Peraturan, Program, Dan kebijakan keselamatan Dan Keamanan Di Laboratorium. Penetapan peraturan, program, dan kebijakan untuk keselamatan dan keamanan laboratorium akan berhasil dengan baik jika pimpinan lembaga menegakkannya dan jika manajer dan pekerja laboratorium mematuhinya. Insentif diperlukan untuk memastikan bahwa orang-orang memahami dan mematuhi peraturan, program, dan kebijakan. Lembaga juga harus mengidentifikasi hambatan terhadap keselamatan dan keamanan laboratorium dan menemukan sejumlah cara untuk mengatasinya.

Kendali Administratif

Kendali administratif penting meliputi: peraturan, program, dan kebijakan yang didefinisikan dan disampaikan dengan jelas, termasuk:

peraturan keselamatan dan keamanan umum

prosedur kebersihan dan pemeliharaan

panduan p enggunaan bahan dan peralatan

dokumen lain yang mendefinisikan dengan jelas tanggung jawab siswa, mahasiswa, pekerja, manajer laboratorium, pimpinan lembaga, kontraktor, penyedia layanan gawat darurat, dan pengunjung

pengukuran kinerja bagi semua staf dan kebijakan penegakan peraturan dan insentif bagi semua staf.

program pengukuran kinerja,

Inpeksi Reguler

pelaporan insiden

penyelidikan insiden dan

tindak lanjut atas insiden

kebijakan Penegakan Peraturan dan insentif

penegakan peraturan, program, dan kebijakan dan

pengakuan dan pemberian penghargaan.

Program pengukuran kinerja harus menekankan pada pencarian fakta, bukan pencarian kesalahan. Prinsip ini diterapkan di semua program dan kebijakan keselamatan dan keamanan.

Memulai dan memelihara sistem pengukuran kinerja yang baik akan membantu melakukan hal berikut :

memberikan pimpinan organisasi informasi yang berguna tentang efektifitas sistem keselamatan dan keamanan dan tentang perlunya perbaikan

memberikan wewenang kepada pegawai keselamatan dan keamanan yang telah ditunjuk untuk mengumpulkan laporan insiden dan melaporkan insiden ke pejabat yang lebih tinggi agar mereka mengambil tindakan

mendeteksi pola perilaku dan fasilitas yang tidak aman, menemukan metode untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan, dan memulai peraturan danaturan yang baru untuk melindungi pekerja dan siswa

meningkatkan kesadaran pada masalah keselamatan untuk mendorong budaya keselamatan dan keamanan yang lebih baik

memberikan informasi aktual kepada petugas keselamatan sehingga pelatihan bagi semua pekerja laboratorium dapat ditingkatkan dan panduan khusus dapat diberikan kepada masing-masing pekerja dan

memberikan informasi kepada pimpinan laboratorium sehingga mereka dapatmempelajari cara menggunakan, menguji, dan membeli peralatan pelindung diri (PPE) dan jenis peralatan lainnya yang sesuai untuk meningkatkan keselamatan.


BAB III

KESIMPULAN


Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh seluruh personel yang bekerja di laboratorium, baik sebagai pengelola, penguji, laboran, petugas gudang reagen/media,maupun petugas kebersihan.

Budaya keselamatan dan keamanan harus dimiliki setiap orang, yang bertanggungjawab meliputi, Kantor Kesehatan dan Keamanan Kerja, CSSO, Manajer, supervisor, asisten, dan praktikan.


DAFTAR PUSTAKA


Moran, dkk. 2010. Keselamatan dan Keamanan Laboratorium Kimia. Washington : The NationalAcademies Press.

Padmaningrum, R.T. 2010. Pengelolaan Bahan dan Limbah Kimia.Yogyakarta : FMIPA UNY

Ahmad Baedowi, dkk. 2015. Manajemen Sekolah Efektif; pengelolaan laboratorium, jakarta; Pustaka Alvabet. 

Hadi Anwar, Persyaratan Umum Kompentensi Laboratorium Pengujian & Laboratorium Kalibrasi, PT.Gramedia Pustaka Utama 2018; jakarta

https://books.google.co.id/books?id=iKJPDwAAQBA&pg=PA34dq=manajemen+laboratorium&hl=id&sa=X&ved


penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "Budaya Keselamatan dan keamanan laboratorium "

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA