Pages

KETIKA ANAK MUDA BERBICARA TENTANG JODOH

Berbicara tentang 'jodoh' secara sederhana dapat diartikan sebagai pasangan hidup di dunia yang tentunya terikat oleh hukum perkawinan yang sah baik secara hukum agama dan hukum negara.


BERIKUT KETIKA ANAK MUDA BERBICARA TENTANG JODOH







Jodoh juga salah satu bagian dari takdir, atau dalam bahasa sunda sering disebut istilah jodo, pati, bagja, cilaka (jodoh, maut, kebahagiaan, musibah). Dimana hal ini sudah ditetapkan Allah kepada setiap hamba-Nya sejak hamba-Nya berusia 120 hari (4 bulan) dalam masa kandungan....


Setiap manusia tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi jodohnya kelak. Orang yang menjalin hubungan "relationship before married", atau dalam istilah umumnya pacaran dalam jangka waktu yang lama bukan menjadi faktor penjamin hubungan itu akan berakhir di pelaminan. Karena tidak sedikit pula orang yang bertemu dengan jodohnya dan akhirnya menikah tanpa harus melalui proses pacaran tersebut. Baca Juga : Kata-kata bijak tentang kehidupan menarik buat dijadikan caption story

Meski begitu, seyogianya setiap orang yang ingin melangkah ke jenjang yang serius ini tidak boleh sekedar main-main atau coba-coba, karena setelah memilih, maka pilihan tersebut harus dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu alangkah lebih baiknya sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, minimal saling mengenal karakter satu sama lainnya terlebih dahulu agar tidak ada penyesalan di akhir.


Allah Maha Mengetahui tentang diri kita, Allah tahu mana yang pantas untuk bersama kita, maka sebisa mungkin jangan mendahului kehendak Allah.

Ketika ingin mendapatkan jodoh yang terbaik, maka mintalah kepada Allah dengan ucapan, "Ya Allah, pilihkanlah hamba jodoh yang terbaik untuk hamba menurut-Mu", itu lebih baik daripada kita meminta kepada-Nya untuk dijodohkan dengan si "fulan" yang kita inginkan, karena Tuhanmu lebih mengetahui mana yang pantas menjadi pelengkap "puzzle" dirimu.

Nabi berpesan ketika kita ingin mencari pasangan hidup hendaklah melihatnya dari:
1. Agama (akhlaq)
2. Keturunan (nasab)
3. Harta (kemampuan)
4. Paras (fisik)

Ketika berkenalan dengan seseorang, jika ia tidak menjadi pendamping hidup, maka orang itu akan menjadi pengalaman hidupmu.

Janganlah pernah bersedih jika apa yang Tuhanmu pilihkan tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan.

Akupun teringat kata-kata Mbah Sujiwo Tejo, bahwa "Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa"

Jika kau terpaksa merelakan orang yang kau dambakan, ingatlah bahwa, Puncak dari mencintai adalah Mengikhlaskan

Cintailah seseorang sewajarnya saja

Allah pasti tidak akan mengecewakan hamba-Nya.

Semoga kita nanti menemukan sosok terbaik yang Allah senantiasa siapkan untuk kita semua.

Dan hari ini adalah hari spesial bagi seseorang yang pernah menjadi bagian dari cerita hidupku, aku ingin mengucapkan sesuatu sebagai penutup....




penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

1 Response to "KETIKA ANAK MUDA BERBICARA TENTANG JODOH"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA