Pages

Membangun Sistem Manajemen keselamatan dan keamanan laboratorium



KATA PENGANTAR

بسم الله ا لر حمن ا لر حيم

Segala puji bagi Allah ‘Azza Wa Jalla, yang telah menciptakan api sebagai sumber kehangatan, yang telah menjadikan air sebagai sumber kehidupan, yang telah menjadikan angin sebagai pembawa kesejukan,yang telah menjadikan pohon-pohon sebagai pemberi kerindarangan, yang telah menjadikan bumi sebagai pijakan, yang telah menjadikan langit sebagai atap kehidupan, yang telah menjadikan semesta sebagai alas berputarnya rembulan, yang telah menjadikan bintang-bintang sebagai cahaya di waktu malam nan terang benderang, yang telah menjadikan akal sebagai pedoman dalam bermu’alamalah dan beribadah, yang telah menjadikan para nabi, rasul,dan auliya’ sebagai tauladan berakhlakul karimah, dan yang telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai menyempurnakan hukum dan akidah berdasarkan Al-Qur’an risalatut tamimah juga sebagai pencerah dari zaman jahilliyah, dan juga sebagai ‘uswatun hasanah, maka Sholawat serta salam marilah kita haturkan pada beliau agar syafa’atnya senatiasa menyertai kita hingga Yaumul Qiyamah nanti,Amin Ya Rabbal ‘Alamin....



Cirebon, 20 September 2020


Penulis







DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI 2

BAB I 3

PENDAHULUAN 3

A. Latar Belakang 3

B. Rumusan Masalah 3

C. Tujuan Masalah 3

BAB II 4

PEMBAHASAN 4

A. Pengertian Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja 4

B. Sistem Manajemen Keselamatan dan Keamanan Kerja 5

C. Prosedur Bekerja Yang Aman Dalam Laboratorium 6

BAB III 9

PENUTUP 9

A. Kesimpulan 9

B. Saran 9

DAFTAR PUSTAKA 10









BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau Praktikan, dosen, dan peneliti melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan .

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan kesadaran terhadap keselamatan dan bahaya kerja dilaboratorium.Telah banyak terjadi kecelakaan ataupun menderita luka baik yang bersifat luka permanen, luka ringan, maupun gangguan kesehatan dalam yang dapat menyebabkan penyakit kronis maupun akut, serta kerusakan terhadap fasilitas – fasilitas dan peralatan penunjang Praktikum yang sangat mahal harganya. Semua kejadian ataupun kecelakaan kerja di laboratorium sebenarnya dapat dihindari dan diantisipasi jika para Praktikan mengetahui dan selalu mengikuti prosedur kerja yang aman di laboratorium.

      Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.


Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian sisten keselamatan dan kesehatan kerja ?

2. Bagaimana membangun manajemen K3 pada laboratorium ?

3. Bagaimana prosedur bekerja yang aman di laboratorium ?


Tujuan Masalah

1. Dapat mengetahui pengertian sistem kesehtan dan keselamatan kerja di    laboratorium

2. Dapat mengetahui manajemen K3 pada laboratorium

3. Dapat mengetahui prosedur bekerja yang aman di laboratorium


BAB II

PEMBAHASAN


Pengertian Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah faktor utama dalam bekerja. Usaha meningkatkan kinerja keselamatan dan mempromosikan agar selalu bekerja selamat harus selalu terus menerus dilakukan. Pedoman K3 dijadikan acuan oleh seluruh karyawan untuk meningkatkan pengetahuannya tentang keselamatan, sehingga dapat bekerja dalam kondisi selamat. Selamat untuk dirinya, selamat untuk orang lain, dan selamat untuk lingkungan. Ini harus lebih mendapat perhatian lebih dari pihak manajemen dan seluruh karyawan, agar kecelakaan kecil sekalipun harus tidak boleh terjadi.

Terbentuknya budaya K3 bergantung pada pemahaman bahwa kesejahteraan dan keamanan tiap orang tergantung pada kerjasama tim dan tanggung jawab masing-masing anggota. Budaya K3 harus dimiliki setiap orang, tidak hanya harapan dari luar yang didorong oleh peraturan lembaga.

Budaya K3 Laboratorium sangat tergantung pada kebiasaan kerja masing-masing karyawan/ kimiawan serta tingkat kepedulian dan kesadaran Tim Kerja tim untuk melindungi diri mereka sendiri, tetangga dan komunitas serta lingkungan yang lebih besar. Pimpinan lembaga mensyaratkan agar pegawai laboratorium mengambil langkah-langkah berikut ini untuk meningkatkan budaya K3 di Laboratorium kimia. 

Rencanakan semua eksperimen sebelumnya dan patuhi prosedur lembaga tentang keselamatan dan keamanan selama perencanaan.

Selama memungkinkan, minimalkan operasi laboratorium kimia untuk mengurangi bahaya dan limbah.

Asumsikan bahwa semua bahan kimia yang ada di laboratorium berpotensi beracun.

Pertimbangkan tingkat kemudah-bakaran, korosivitas, dan daya ledak bahan kimia dan kombinasinya jika melakukan operasi laboratorium.

Pelajari dan patuhi semua prosedur lembaga terkait keselamatan dan keamanan.



Sistem Manajemen Keselamatan dan Keamanan Kerja

Perusahaan, kantor dan lembaga  melakukan beberapa tindakan untuk mencegah kecelakaan kerja yang terjadi bagi pekerjanya khususnya di bagian laboratorium yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Kebijakan dan Keselamatan Kerja yang dimulai dari beberapa tahapan yaitu: Planning (perencanaan), Organizing (organisasi), Actuating (pelaksanaan), Controlling (pengawasan).

Planning (Perencanaan)

Berfungsi untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan khususnya keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium.

Organizing (Organisasi)

Berfungsi untuk : Menyusun garis besar pedoman keamanan kerja laboratorium

Memberikan bimbingan, penyuluhan, pelatihan pelaksana-an keamanan kerja laboratorium

Memantau pelaksanaan pedoman keamanan kerja laboratorium

Memberikan rekomendasi untuk bahan pertimbangan penerbitan izin laboratorium

Mengatasi dan mencegah meluasnya bahaya yang timbul dari suatu laboratorium

Actuating (Pelaksanaan)

Berfungsi untuk mendorong semangat kerja pekerja, mengerahkan aktivitas pekerja, mengkoordinasikan berbagai aktivitas pekerja menjadi aktivitas yang kompak (sinkron), sehingga semua aktivitas pekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Controlling (Pengawasan)

Berfungsi untuk mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki.

Untuk dapat menjalankan pengawasan, perlu diperhatikan 2 prinsip pokok, yaitu: adanya rencana dan adanya instruksi-instruksi dan pemberian wewenang kepada bawahan. Dalam pengawasan perlu adanya sosialisasi tentang perlunya disiplin, mematuhi segala peraturan demi keselamatan kerja bersama di laboratorium. Sosialisasi perlu dilakukan terus menerus, karena usaha pencegahan bahaya yang bagaimanapun baiknya akan sia-sia bila peraturan diabaikan.

Dalam laboratorium perlu dibentuk pengawasan laboratorium yang tugasnya antara lain :

Memantau dan mengarahkan secara berkala praktek-praktek laboratorium yang baik, benar dan aman

Memastikan semua petugas laboratorium memahami cara-cara menghindari risiko bahaya dalam laboratorium

Melakukan penyelidikan/pengusutan segala peristiwa berbahaya atau kecelakaan.

Mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan tentang keamanan kerja laboratorium

Melakukan tindakan darurat untuk mengatasi peristiwa berbahaya dan mencegah meluasnya bahaya tersebut.



Prosedur Bekerja Yang Aman Dalam Laboratorium 

SEBELUM PRAKTIKUM

1. Siswa wajib datang tepat waktu.

2. Siswa tidak diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium tanpa seizin guru.

3. Siswa diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium setelah semua peralatan siap

dan dalam kondisi layak digunakan.

4. Siswa yang terlambat kurang dari 15 menit diperkenankan memasuki

Laboratorium setelah mendapat izin dari guru.

5. Siswa yang terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan memasuki

Laboratorium (kecuali alasan tertentu).

6. Siswa tidak diperkenankan membawa makanan/ minuman ke ruang Laboratorium,

kecuali untuk praktikum.



SELAMA PRAKTIKUM

Tidak diperkenankan bekerja menurut kemauan sendiri

Tidak diperkenankan bersendau gurau dan mengganggu teman lain yang sedang bekerja.

Mencoba-coba alat atau bahan praktikum yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Dilarang mencorat-coret bangku/ ruang laboratorium.

Alat-alat/ bahan praktikum harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan atau sesuai anjuran guru.

Dalam melakukan praktikum, hendaknya digunakan bahan yang secukupnya.

Jika dalam praktikum siswa merusakkan/ memecahkan alat, maka yang bersangkutan wajib menggantinya.

Jika dalam praktikum terjadi kecelakaan (kena pecahan kaca, terbakar, tertusuk, tertelan bahan kimia) harap segera melapor kepada guru.

Dilarang mencicipi/ memakan sesuatu dalam praktikum kalau guru tidak menyuruh untuk melakukannya.

Bertanyalah pada guru apabila kurang paham tentang praktikum yang akan dilaksanakan.

Label/ etiket bahan yang rusak/ hilang harap segera dilaporkan kepada guru.

Jagalah kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya.

Jagalah bermain-main selama praktikum berlangsung.

Menggunakan alat-alat / bahan-bahan kimia diluar petunjuk praktiku tanpa izin guru pembimbing

Mencoba-coba mencampurkan zat -zat kimia yang tersedia tanpa seizin guru pembimbing atau yang tidak sesuai dengan buku petunjuk praktikum

Membuang sampah yang tidak larut dibak cuci sebab akan menyumbat saluran. Buanglah sampah ditempat sampah.


SETELAH PRAKTIKUM


Cuci tangan setelah praktikum berakhir.

Setelah selesai praktikum, alat-alat/ bahan hendaknya dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan lengkap, bersih dan siap pakai.

Sebelum meninggalkan ruang Laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih, kursi diletakkan diatas meja, kran air dan gas ditutup rapat, kontak listrik dicabut.

Dilarang membawa alat-alat dan bahan laboratorium ke luar laboratorium tanpa seijin guru atau petugas.

Membuat laporan sementara (data percobaan) dan di paraf oleh guru / laboran

Membuat laporan lengkap seminggu setelah percobaan dan menyerahkan kepada guru pembimbing, sebelum pelaksanaan praktikum selanjutnya.


BAGI GURU

Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .

Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.

Berusahakah agar siswa penuh disiplin.

Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.

Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.

Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.

Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.

Etiket pada botol harus benar dan jelas.

Berilah peringatan, petunjuk, dan larangan agar kegiatan berhasil sesuai tujuan.

Alat pemadam kebakaran harus selalu siap pakai.

Kotak P3 K selalu tersedia dan terawat, dan guru harus mampu menggunakan isi kotak P3K itu.

Matikanlah semua lampu yang tidak digunakan, apabila akan meninggalkan Laboratorium.

Guru harus mengatur suasana kegiatan dalam laboratoraium IPA dinamis, tidak gaduh, dan tertib.

Usahakan agar laboratorium digunakan sesuai dengan jadwal, dan seefisien mungkin.

Menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan pada buku kegiatan harian lab yang tersedia.

















BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Maka dari itu, melalui penulisan makalah ini dapat pula kami simpulkan :

Keselamatan Kerja di Laboratorium, perlu diinformasikan secara cukup (tidak berlebihan) dan relevan untuk mengetahui sumber bahaya di laboratorium dan akibat yang ditimbulkan serta cara penanggulangannya. Hal tersebut perlu dijelaskan berulang ulang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan yg dimaksud termasuk orang yg ada disekitarnya.

Pengenalan potensi bahaya di tempat kerja merupakan dasar untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tenaga kerja, serta dapat dipergunakan untuk mengadakan upaya-upaya pengendalian dalam rangka pencegahan penyakit akibat kerja yang mungkin terjadi. Secara umum, potensi bahaya lingkungan kerja dapat berasal atau bersumber dari berbagai faktor, antara lain  faktor teknis faktor lingkungan, dan faktor manusia.

Pengoperasian suhu dari peralatan listrik akan memberikan pengaruh pada bahan isolator listrik. Temperatur sangat rendah menyebabkan isolator akan mudah patah dan rusak. Isolator yang terbuat dari bahan polivinil clorida (PVC) tidak baik digunakan pada suhu di bawah 0 ºC. Karet silikon dapat digunakan pada suhu –50 ºC. Batas maksimum pengoperasian alat juga penting untuk diperhatikan. Bahan isolator dari polivinil clorida dapat digunakan sampai pada suhu 75 ºC, sedangkan karet silikon dapat digunakan sampai pada suhu 150 ºC.




Saran

            Melalui penulisan makalah ini tentang Keselamata Kerja Laboratorium, maka penulis memberikan saran kepada seluruh pembca terkhusus rekan –rekan yang ikut serta dalam kegiatan di Laboratorium agar sekiranya dapat mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain selama kegiatan berlangsung. Serta dianjurkan agar mendahulukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana di laboratorium terkondisi baik sehingga aman saat di adakannya penelitian atau percobaan.


 





DAFTAR PUSTAKA


Richard, D. (2013). Tips Mengelola Laboratorium Sekolah. Yogyakarta: DIVA Press.

Triani, Nurul. Kesehatan dan keselamatan kerja dalam laboratorium. Dalam http://repository.ui.ac.id diakses 

pada 18 September 2020 21.15 WIB.


https://rinisiski13.blogspot.com/2018/12/makalah-keselamatan-kerja-laboratorium.html


 

penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "Membangun Sistem Manajemen keselamatan dan keamanan laboratorium "

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA