Pages

MEMAKNAI HAKEKAT BERSYUKUR DARI SUDUT PANDANG LINGUISTIK DAN ILUSTRASINYA

 Al hamdulillah kali ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yaitu tentang BERSYUKUR, yang dilihat dari perspektif Linguistik (kebahasaan) beserta Ilustrasinya,,,☺


Apakah bersyukur itu? apakah bersyukur itu cukup dengan mengucapkan "Al hamdulillah" ?

Dilihat dari segi linguistik, ucapan "Al Hamdulillah", matur kesuwun, terimakasih, thank you a lot," ketika di ucapkan dengan lisan itu namanya "Tasyakur". 

berikut adalah bagaimana sih cara memaksimalkan bersyukur


 

 

 

 

 

Sedangkan bersyukur adalah " ikhwalul Qolbiyah" yakni suatu sikap atau perilaku hati, memberikan apresiasi, menghormati atau menghargai nikmat yang telah allah berikan dengan cara memanfaatkan segala pemberian allah dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pengabdian kita kepada allah.

baca juga : belajarlah dari hal apapun dan kepada siapapun termasuk kepada musuhmu sendiri

 

Antonim dari bersyukur adalah kufur nikmat, yakni suatu sikap menyia-nyiakan nikmat yang telah Allah berikan.

Jadi, bersyukur itu tidak cukup dengan hanya sebuah ucapan di lisan, karena esensi dari bersyukur ada didalam hati yang diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.

Ketika seorang hamba bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat itu, dan apabila ia kufur, maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih. baca juga : Hakekat jodoh dan bagaiman cara pandang kita untuk menentukan jodoh

 

Ada sebuah ilustrasi yang mudah untuk memahami antara syukur dan kufur nikmat :
"Ketika aku memberikan kekasihku sebuah kain sutra, ia berterima kasih padaku, lalu ia jahit kain itu menjadi sebuah gaun yang indah. Kemudian ia kenakan gaun itu dengan perasaan bahagia dan menunjukkannya padaku, maka keesokan harinya kuberikan hadiah-hadiah lain yang mebuatnya semakin bahagia. Karena akupun senang bila ia menghargai kain sutra pemberianku, dan itulah arti dari bersyukur."
"Sedangkan apabila ia kuberikan sebuah kain sutra, lalu ia berterima kasih padaku, akan tetapi keesokan harinya ketika aku menemuinya di rumahnya kulihat kain sutra pemberianku ia gunakan sebagai lap pel. Maka seketika aku merasa marah dan tidak ingin lagi memberikan hadiah kepadanya.", perilaku dari kekasihku itulah ilustrasi dari sikap kufur nikmat.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur atas karunia-Nya. Aamiin...

والله اعلم

penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "MEMAKNAI HAKEKAT BERSYUKUR DARI SUDUT PANDANG LINGUISTIK DAN ILUSTRASINYA"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA