Pages

5 Pemimpin Besar Indonesia Yang Mempunyai Paham Aliran Kiri

Banyak orang yang alergi dengan pemahaman kiri mereka menganggap bahwa pemikiran yang berasal dari sosialisme marxisme itu sesuatu yang berbahaya bahkan pemikiran kiri tersebut dianggap bertentangan dengan cita-cita pendiri bangsa. padahal sejumlah founding fathers ternyata adalah orang yang dekat dengan pemikiran kiri. siapa saja mereka berikut ini ulasannya.

H.O.S COKROAMINATO

Cokroaminoto atau Raden Umar Raden Umar Said Tjokroaminoto ini lahir pada tanggal 16 Agustus 1882 di Madiun Jawa Timur Tjokroaminoto adalah salah satu Pelopor pergerakan di Indonesia dan sebagai guru para pemimpin pemimpin besar di negeri ini, bahkan dari pemikirannya pula Timbulah dalam berbagai macam ideologi bangsa Indonesia pada saat itu salah satu ideologi tersebut adalah sosialisme. rumahnya sempat dijadikan rumah kost para pemimpin besar untuk menimba ilmu pada nya seperti semaun, alimin, muso, Soekarno, Kartosuwiryo, bahkan Tan Malaka.

Baca Juga: Alasan Kenapa Jakarta Bisa Macet Banget

Menurut Buya Hamka saat mengikuti kursus nya Cokroaminoto tidak pernah mencela pemikiran Karl Marx dan friedrich engels katanya umat Islam beruntung dan wajib berterima kasih pada Martin angales karena telah menambah jelasnya kesatuan sosialisme yang dibawa oleh Muhammad perkataan ini juga terbukti melalui terbitnya buku karya Cokroaminoto yang diberi judul berjudul Islam dan Sosialisme.

SOEKARNO

Pendek kata "Kalau saudara mengaku atau menamakan dirimu anak Bung Karno Saya tidak mau punya anak yang tidak kiri ya saya tidak mau punya anak yang tidak kiri" itu loh 1 kutipan Soekarno yang cukup terkenal istilah kiri ini muncul dilatar belakangi dengan revolusi Perancis yang mana pada saat itu semua semboyan-semboyan seperti kebebasan, persamaan, dan persaudaraan, cukup populer dan menjadi daya tarik masa revolusioner para kaum revolusioner inilah yang bersatu untuk meruntuhkan kekuasaan kaum peodal pada saat itu.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Alan Turing Bapak Penemu Ilmu Komputer Modern

selanjutnya Isilah kiri Selalu identik dengan Kong revolusioner yang bertentangan dan Penguasa, dan menolak kapitalisme, semangat revolusioner ini jugalah yang mendorong Soekarno terjun kedunia pergerakan dan politik. kemudian bergabung dengan sebuah kelompok studi yang menerbitkan majalah nya sendiri yaitu "Indonesia Muda" melalui majalah ini Soekarno menuliskan gagasannya dengan karangan yang berjudul "Nasionalisme, Sosialisme, marxisme" gagasan Soekarno inilah yang menjadi cikal bakal dari nasakom pada awal tahun 1960-an.

Amir Syarifuddin

Amir Syarifuddin Harahap adalah seorang politikus sosialis, dan salah satu pemimpin terawal Republik Indonesia yang menjabat sebagai perdana Menteri Ketika revolusi Nasional Indonesia sedang berlangsung. Amir menjadi pemimpin sayap kiri terdepan pada masa revolusi dengan terlibat dalam berbagai pergerakan bawah tanah untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Baca Juga : Sistem Pendidikan Di Indonesia Belum Maju?

Pada tahun 1931 Amir terlibat mendirikan partai Indonesia. atau partindo Selain itu Amir juga mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia atau "gerindo" sembari menulis dan menjadi redaktur Pujangga baru. Namun meskipun termasuk salah satu pilar pendiri bangsa bersama Soekarno, Hatta, dan Syahrir, Nama Amir Syarifuddin seolah diabaikan dan dibuang.

bukan hanya itu buku sejarah yang beredar pada masa orde baru di sekolah justru memberikan catatan hitam tentang pergerakan Amis Syarifuddin. 

SUTAN SYAHRIR

Sutan Syahrir adalah adalah seorang intelektual, revolusioner, dan Perintis Kemerdekaan Indonesia. dia dulunya mahasiswa hukum di universitas Amsterdam. di sanalah Syahrir mendalami sosialisme dan secara sungguh-sungguh dengan teori sosialisme. selain dari mencuburkan diri dalam sosialisme Syahril juga aktif dalam Perhimpunan Indonesia yang dipimpin oleh Muhammad Hatta.

Baca Juga: Kenapa Bumi Bentuknya Bulan Gak Kotak?

bersama Hatta Sjahrir lalu mendirikan PNI baru sebagai organisasi pencetakan kader pergerakan tidak hanya sampai disitu di situ di tahun 1948, Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia  sebagai partai alternatif  selain partai lain yang tumbuh dari gerakan komunis internasional. meskipun Partai Sosialis Indonesia berhaluan kiri namun ia menentang sistem kenegaraan seperti Uni Soviet sosialisme adalah menjunjung tinggi derajat kemanusiaan dengan mengakui dan menjunjung tinggi persamaan derajat yang manusia.

TAN MALAKA

Nama lengkapnya adalah Sultan Ibrahim gelar Datuk Sultan Malaka. ia meninggalkan desa untuk melanjutkan pendidikannya di Belanda selama kuliah pengetahuannya tentang revolusi mulai muncul dan meningkat setelah membaca buku the Friends revolusi. Setelah revolusi Rusia pada tahun 1017 ia mulai tertarik mempelajari paham sosialisme dan komunisme tidak lama kemudian Tan Malaka bertemu dengan Henk Sneevliet pendiri SDP sebuah organisasi yang merupakan cikal bakal Partai Komunis Indonesia.

selanjutnya perjuangan kemerdekaan Negara Indonesia dilakukan Tan Malaka dengan menulis buku membentuk kesatuan bangsa masa Bicara Pada kongres internasional bahkan sampai ikut bertempur di medan perang melawan Belanda. karena kegiatan kegiatannya ini namanya begitu dikenal di Belanda hingga ia harus beberapa kali di penjara.

itu itulah tadi beberapa tokoh bangsa yang ternyata kiri atau revolusioner......


penapejuang "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka harus." - Arthur Wellesley Dengan ilmu kamu akan Kuat dan dengan Karakter kamu akan terhormat,,

0 Response to "5 Pemimpin Besar Indonesia Yang Mempunyai Paham Aliran Kiri"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

BACA JUGA